Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Kamar Inap Untuk Tamu

Membuat Kamar Inap Untuk Tamu
Merupakan hal yang wajar jika suatu saat kita akan kedatangan tamu atau saudara maupun teman yang ingin datang dan berkunjung ke rumah kemudian tinggal untuk sementara atau menginap. Jika hal ini sering terjadi, tidak ada salahnya bila menyediakan atau membuat kamar khusus yang digunakan untuk pengunjung yang ingin menginap tersebut.

Meski berupa kamar tidur biasa, namun ketika membuat kamar inap untuk tamu ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan. Yang jelas adalah pada satu sisi kita tetap harus memberi ruang privacy pada tamu tersebut, namun pada sisi yang lainnya harus tetap dapat menciptakan suatu sistem lain yang memudahkan kita sebagai pemilik rumah untuk melakukan pengawasan kepada mereka yang menginap.

Sebab bagaimanapun juga meski punya hubungan yang sangat dekat dan akrab namun tamu itu merupakan ‘orang lain' yang bukan penghuni tetap dan tidak setiap hari kita bertemu dengannya. Jadi adakalanya mereka atau dia punya sifat yang mungkin saja tidak berkenan atau malah punya maksud lain yang kita sendiri belum mengetahuinya. Jadi kita tetap harus berjaga-jaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebaiknya ruang yang digunakan untuk menginap tamu ini posisi atau letaknya juga tidak jauh dari ruang tamu dan lebih bagus lagi berada di bagian samping atau depan. Tujuannya yaitu agar penghuni rumah lain tidak merasa terganggu privacinya, sedangkan untuk tamu juga tidak akan merasa sungkan dan bisa lebih bebas untuk melakukan kegiatannya.

Tapi sekali lagi, meski tidak menyatu dengan ruang lain seperti ruang keluarga kita tetap harus membuat konsep desainnya sedemikian rupa agar bisa dapat akses langsung ke kamar tersebut. Misalnya dengan cara membuat pintu lain yang tersambung ke kamar itu atau dengan membuat jendela dengan ukuran yang lebih besar lalu diberi kain korden atau penutup yang sifatnya agak transparan.

Dan sebaiknya pula, pintu yang digunakan untuk masuk dan keluar tamu tersebut tidak langsung menuju luar rumah. Jadi ketika dia datang atau pergi ke suatu tempat dan mau masuk ke kamar lagi penghuni rumah bisa mengetahuinya meski hal ini merupakan urusan pribadi mereka. Yang pasti adalah, kita tetap harus tahu keberadaan mereka apakah sedang berada di kamar maupun tempat atau ruang yang lain.

Fasilitas kamar mandi juga lebih bagus bila disatukan atau dibuatkan secara tersendiri karena untuk berjaga jika kamar mandi sedang digunakan. Selain itu kamar mandi untuk keluarga pada umumnya juga terletak di bagian belakang, sehingga ketika tamu ingin membersihkan diri tentu harus melewati satu atau dua ruang yang kadangkala merupakan tempat privacy. Jadi harus dapat diusahakan agar ruang mandi ini tidak akan menimbulkan rasa sungkan baik bagi tamu maupun penghuni rumah sendiri.

jika tamu atau pengunjung yang datang adalah bagian anggota keluarga atau family sendiri dan punya hubungan yang sangat dekat, ruang tamu bisa dibuatkan akses untuk menuju ruang makan dan keluarga. Jadi bila ingin berkumpul atau makan bersama, kegiatan ini bisa dilakukan dengan mudah. Namun harus diperhatikan, sistemnya harus dibuat agar ketika mau masuk ke ruang itu tamu tidak harus melewati kamar tidur penghuni atau kamar lain, tapi langsung ke ruang yang dimaksud.

Kemudian untuk tampilan dan desainnya, secara konsep harus punya tampilan yang sama dengan ruang atau kamar tidur yang lain. Ini bertujuan untuk memberi rasa hormat pada tamu tersebut. Bila dibuat lebih sederhana tentu secara etika dianggap tidak sopan sebab dianggap merendahkan derajat tamu yang menginap. Bisa jadi mereka akan merasa tidak dihargai dan tidak mau datang atau berkunjung ke rumah kita lagi.

Sumber gambar : http://www.suncadiaresort.com

 

Artikel Lainnya :