Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Aneka Jenis Sistem Buka Tutup Pintu Pagar

Aneka Jenis Sistem Buka Tutup Pintu Pagar
Pagar merupakan salah satu element bangunan atau rumah yang punya fungsi untuk menciptakan sistem pengamanan yang lebih sempurna. Namun pagar juga bisa menjadi media untuk membuat tampilan rumah maupun bangunan terlihat lebih indah dan menarik.

Bahan yang digunakan untuk membuat pagar ini ada bermacam-macam misalnya kayu, dinding dari batu bata, logam atau besi, bambu, tanaman serta kombinasi dari bermacam bahan tersebut. Demikian pula bentuk dan gaya dan modelnya juga banyak jenisnya, ada yang menerapkan gaya modern, minimalis, klasik etnik dan lain-lain yang semuanya selalu diselaraskan dengan model dan arstiktur bangunan itu sendiri. Dan yang pasti, pagar ini selalu dilengkapi dengan pintu.

Tidak jauh berbeda dengan pintu yang ada di rumah, pintu pagar juga terdiri dari beberapa jenis apabila dilihat dari sistem buka tutupnya. Aneka jenis sistem buka tutup pintu pagar itu antara lain adalah sistem geser atau dorong. Kelebihan utama dari sistem ini yaitu pemakaiannya sangat mudah dan praktis karena tinggal menggeser atau mendorongnya saja.

Pada umumnya sistem ini diterapkan untuk pagar dan pintu gerbang yang ukurannya lebih besar dan berat serta dibuat dari logam atau besi dan sejenisnya. Selain daun pintu element utama yang digunakan adalah rel. Jenis rel untuk pagar dorong atau geser ini ada dua yaitu rel ganda dan rel tunggal.

Sistem kerjanya sama dan dilengkapi dengan roda yang dipasang di pintu bagian bawah. Namun untuk rel tunggal jika didorong akan terasa lebih berat bila dibanding dengan rel ganda. Hanya saja, harga pembuatannya lebih mahal rel ganda.

Sistem yang kedua yaitu pintu ayun yang merupakan sistem paling ringat dan mudah digunakan sebab tinggal mengayun seperti pintu rumah dan ruang. Arah ayunnya ada dua macam yaitu arah ke luar dan ke dalam. Meski mudah digunakan, tapi pintu pagar ini membutuhkan tempat yang lebih luas sebab harus ada ruang untuk pergerakan.

Adakalanya pintu ini juga dikombinasi dengan sistem dorong atau rel dimana rel diletakan secara melengkung mengikuti arah pergerakan pintu. Hanya saja sistem ini hanya dapat diaplikasikan pada pintu yang arah gerakannya menuju ke dalam.

Masalah yang paling sering terjadi pada sistem ini adalah bagian engselnya mudah mengalami pergeseran atau turun dari tempat semula. Apalagi jika pintu tersebut terbuat dari logam serta punya bobot yang sangat berat. Masalah ini makin sering terjadi. Karena itu meski pintu pagar ukurannya tidak terlalu besar, sebaiknya engsel dibuat dalam ukuran yang besar.

Penurunan engsel ini juga bisa terjadi karena faktor lain yaitu anak-anak. Mereka sangat tertarik untuk bermain dengan pintu pagar. Biasanya anak-anak tersebut suka berdiri di celah-celah pintu pagar lalu pintu ini digerak-gerakan sehingga mereka seakan ikut berayun dan bergoyang sesuai dengan gerakan pintu. Karena itu mereka harus mendapat pengawasan secara ketat.

Yang terakhir adalah sistem lipat atau sering disebut sebagai folding door. Berbeda dengan pintu ayun, meski memerlukan lahan tersendiri namun yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Sistem kerja yang dapat diterapkan tiga, kedalam, kesamping maupun keluar. Pada umumnya sistem lipat ini diaplikasikan pada pintu yang ukurannya lebih panjang dan besar. Jumlah lipatannya sendiri ada tiga atau empat tergantung ukuran panjang pintu tersebut.

Sistem ini juga bisa dikombinasi dengan sistem ayun terutama yang ada di bagian paling pinggir atau samping. Tujuannya yaitu ketika membutuhkan bukaan yang tidak terlalu besar, hanya pintu bagian pinggir ini saja yang perlu dibuka, jadi tidak seluruhnya. Jadi berbeda dengan sistem full ayun yang harus dibuka secara keseluruhan, sebab sistem ini daun pintunya tidak terbagi-bagi.

Sumber gambar : http://www.steinerfence.com

 

Artikel Lainnya :