Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri

Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri
Ada dua sistem yang bisa dipilih untuk membuat rumah. Yang pertama adalah membeli rumah dalam kondisi siap huni dan yang kedua adalah membangun sendiri rumah tersebut. Semua jenis pilihan ini punya kelebihan dan konsekuensi tersendiri.

Ada beberapa perbedaan antara membeli rumah siap huni dan membangun sendiri. Untuk yang membeli rumah dalam bentuk jadi dan siap huni, kelebihannya antara lain adalah tidak usah melakukan berbagai macam survey baik yang berhubungan dengan harga atau masalah lain yang berkaitan dengan keamanan. Terutama sekali untuk rumah yang dibuat oleh pengembang besar, biasanya sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang sempurna.

Selain itu pengembang besar sering menyediakan aneka macam fasilitas di komplek perumahan yang mereka bangun. Misalnya tempat untuk belanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, taman bermain dan sebagainya. Bahkan pengembang kecil yang mau berpikir professional juga sering berusaha untuk menyediakan meski tidak selengkap seperti developer besar.

Jika dana yang tersedia untuk membeli rumah belum mencukupi, masalah ini bisa diselesaikan dengan mudah karena ada fasilitas kredit atau KPR (Kredit Perumahan Rakyat). Pada umumnya kita hanya diharuskan untuk membayar uang mukanya saja sekitar duapuluh hingga tigapuluh persen dari harga jual rumah tersebut. Sisannya bisa diangsur hingga maksimal selama lima belas tahun. Angsuran ini dibayar setiap bulan.

Urusan dokumen atau sertifikat rumah serta hal lain yang berkaitan seperti IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) dan sebagainya punya jaminan yang lebih baik. Jadi kita tidak perlu mengurusnya sendiri.

Meski punya banyak kelebihan, namun membeli rumah siap huni seperti ini juga punya beberapa kelemahan. Yang paling sering terjadi adalah, desain rumah yang dibangun sering tidak sesuai dengan selera maupun kebutuhan. Kadangkala kita harus melakukan renovasi agar kebutuhan yang diperlukan bisa terkakomodasi semua. Sehingga secara otomatis harus menyediakan dana lagi.

Selain itu kita tidak mengetahui secara pasti spesifikasi bahan bangunan yang digunakan sebab tidak tahu proses pembangunannya. Dua masalah ini sebenarnya bisa dihindari dengan satu cara yaitu melakukan pemesanan lebih dulu pada pengembang tentang desain dan kebutuhan ruang serta ukuran yang diperlukan. Kemudian ketika proses pembangunan dikerjakan, sediakan waktu untuk melakukan pengecekan dan pengawasan.

Sedang untuk rumah yang dibangun sendiri, kelebihannya yaitu tidak perlu memikirkan angsuran KPR yang harus dibayar setiap bulan. Namun tentu saja konsekuensinya adalah kita harus dapat menyediakan dana yang mencukupi untuk membeli lahan dan melakukan proses pembangunan.

Dengan membangun rumah sendiri, jadwalnya bisa diatur sesuai dengan persedian waktu yang dimiliki. Dan bila dana yang tersedia belum cukup, pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan dengan konsep rumah tumbuh. Jadi hanya bagian tertentu saja yang dianggap penting dibangun lebih dulu kemudian bila ada dana lagi tinggal melanjutkan bagian yang lainnya.

Selain itu desain rumah juga bisa ditentukan sendiri sejak awal. Jadi kondisi yang mengharuskan andanya renovasi seperti membeli rumah siap huni tidak akan terjadi. Sebelum dibangun, semua kebutuhan ruang sudah bisa dipikirkan secara detail dan lengkap.

Adapun kelemahannya yaitu, kadangkala dan yang harus dikeluarkan untuk membangun rumah lebih besar sebab pengembang bisa membeli material dalam jumlah yang banyak sekaligus dan bisa mendapat potongan harga. Sedangan membangun rumah sendiri, tentu tidak bisa mendapat harga material yang lebih murah karena hanya membeli dalam jumlah yang terbatas.

Pengecekan atas legalitas tanah, pengurusan sertifikat serta IMB dan sebagainya harus dilakukan sendiri. Hal ini sering membuat repot dan memakan waktu yang banyak karena harus pergi dari satu kantor instansi ke kantor instansi yang lain. Belum lagi jika memikirkan masalah keamanan yang kadangkala juga kurang terjamin.

Sumber gambar : https://www.mequilibrium.com

 

Artikel Lainnya :