Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Hutan Mini di Rumah

Membuat Hutan Mini di Rumah
Selama ini hutan sering diidentikan dengan suasana alami yang segar dan menyehatkan karena menghasilkan oksigen dalam jumlah yang lebih banyak. Namun yang namanya hutan tentu saja adanya di pinggiran kota atau pelosok desa. Untuk mencapai kesana dan jika ingin mendapatkan kesegaran alami hutan tersebut, hal ini jelas tidak bisa dilakukan setiap waktu terutama bagi yang tinggal di perkotaan.

Namun sebenarnya kita juga bisa membuat hutan sendiri di rumah. Namanya adalah mini jungle atau hutan mini. Konsep atau cara pembuatan hutan mini di rumah ini tidak terlalu jauh berbeda dengan pembuatan taman. Namun ada berapa segi yang membuat tampilan serta nuansanya agak berlainan.

Yang jelas yaitu pembuatan hutan mini perlu lahan yang lebih luas. Sebab ukuran tanaman yang akan diletakan juga lebih besar dan jumlahnya tidak hanya satu atau dua saja. Pohon besar serta berdaun rimbun ini berfungsi sebagai pelindung atau payung bagi tanaman lain yang ukurannya lebih kecil. Kemudian ada tanaman lain ukuran menengah untuk mengisi bagian tengah dan yang terakhir berupa tanaman ukuran kecil atau semak untuk mengisi bagian paling bawah.

Bagi yang lahannya terbatas tapi tetap ingin membuat taman mini dalam rumah, hal ini tetap bisa dilakukan. Caranya tidak usah menggunakan tanaman atau pohon ukuran besar tapi cukup yang berukuran menengah saja. Hanya saja tanaman ini harus dipilih yang berkayu dan berdaun lebat. Jadi suasana hutan alami yang sesungguhnya masih bisa tercipta. Dan yang harus diingat, meski ukurannya kecil tanaman tidak boleh diletakan dalam pot tapi ditanaman secara langsung dalam tanah.

Dan agar terlihat lebih sempurna, sebaiknya tanaman yang dipakai untuk membuat hutan mini bukan merupakan tanaman hias melainkan jenis pohon yang memang sering tumbuh dihutan dan hidup secara liar namun bisa diaplikasikan di rumah. Kemudian untuk menghindari kesan yang terlalu ‘angker', konsep penataan bisa dibuat lebih rapi.

Bila ingin membuat jalan setapak sebaiknya menggunakan bahan yang juga bersifat alami seperti batu bata, batu alam dan sebagainya. Batu alam ini juga dapat dipakai untuk membuat ornament untuk menghadirkan karakter hutan yang lebih kuat dan diletakan di beberapa tempat. Tapi yang perlu diperhatikan yaitu pilihlah jenis batu alam andesit atau sejenisnya dan dipasang secara utuh atau tidak dibelah. Batu alam jenis koral atau paras kurang cocok diaplikasikan pada hutan mini buatan.

Apabila lahan yang akan dipakai untuk membuat hutan mini ini tidak rata atau ada gundukan dan kubangan, kondisi tanah seperti ini justru bagus untuk memunculkan suasana yang menyerupai hutan sesungguhnya. Jadi tidak usah diratakan, tinggal menyesuaikan penataan tanamannya saja.

Meski bernama hutan, tapi karena letaknya di dalam lingkungan rumah harus diusahakan agar permukaan tanah hutan mini ini tidak menghasilkan debu yang berlebihan. Sebab hutan yang asli permukaannya selalu dalam kondisi yang terbuka. Namun untuk hutan rumah tanah yang terbuka bisa membuat lingkungan mudah kotor.

Jika permukaan tanah ditutup dengan paving blok atau sejenisnya, pasti karakter hutannya akan jadi berkurang. Maka satu-satunya jalan yang dapat ditempuh adalah memakai tanaman rumput.

Jika keadaan memungkinkan, usahakan ada binatang di hutan mini tersebut seperti burung. Bila ingin ada burung liar yang mau tinggal di tempat itu mungkin cara ini bisa dicoba. Pertama beli satu atau dua burung dan masukan dalam kandang kemudian taruh di atas pohon.

Selanjutnya di atas pohon diberi makanan burung. Beberapa hari kemudian pasti ada burung lain yang hinggap terus menetap di pohon itu. Kicauan burung meski hanya sejenis emprit atau gereja namun tetap memunculkan kesan yang lebih istimewa.

Sumber gambar : http://www.designsigh.com

 

Artikel Lainnya :