Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membeli Tanah dan Rumah Untuk Investasi

Membeli Tanah dan Rumah Untuk Investasi
Hampir bisa dipastikan setiap tahun harga tanah atau rumah selalu mengalami peningkatan dan kenaikan harga. Karena itu bukan hal yang mengherankan lagi jika aset properti sering dijadikan sebagah lahan atau media untuk melakukan investasi sebab bisa menghasilkan keuntungan yang nilainya tidak sedikit.

Meski demikian membeli tanah dan rumah untuk investasi butuh strategi tersendiri, tidak asal memilih begitu saja. Agar bisa menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal, ketika membeli lahan atau tanah, jangan memilih yang lokasinya berada di jalan yang tidak ada sambungannya atau jalan buntu.

Sebab lokasi ini dianggap sebagai lokasi yang tidak strategis dan sering menimbulkan masalah. Misalnya ada kendaraan yang sudah terlanjur masuk tapi tidak dapat melanjutkan perjalanannya lagi dan harus balik ke tempat semula. Hal ini tentu sangat merepotkan sehingga lama-kelamaan orang akan malas lewat jalan itu lagi.

Selain tidak boleh memilih rumah yang berada di jalan buntu, lokasi yang berada di jalan sempit sebaiknya juga jangan dijadikan sebagai pilihan utama. Pilihlah rumah atau lahan yang lokasinya ada di jalan lebar minimal empat meter. Jalan selebar ini mampu dilalui oleh dua mobil sekaligus meski dalam waktu yang bersamaan atau berdampingan. Lebih bagus lagi jika kondisinya sudah halus dan diaspal.

Pada umumnya orang lebih suka membangun rumah yang berada di lahan datar dan tidak miring atau landai apalagi curam. Karena biaya untuk membangun rumah di lahan tersebut butuh biaya yang lebih tinggi dan kurang praktis jika dijadikan sebagai rumah hunian. Kecuali jika lahan itu berada di daerah wisata alam seperti puncak dan sebagainya. Jika potensi wisatanya bagus, maka harga tanah di tempat itu juga bisa mengalami kenaikan.

Namun meski bentuknya datar, jika lahan tersebut merupakan bekas sawah atau kondisinya tidak keras atau gembur serta mengandung lumpur masalah ini juga harus diperhitungkan. Karena bila digunakan untuk mendirikan bangunan harus dikeringkan dan dikeraskan lebih dulu. Biaya untuk melakukan pekerjaan ini sangat tinggi.

Sebelum transaksi atau pemilihan dilakukan telitilah dulu beberapa waktu, terutama pada saat musim hujan sudah tiba. Perhatikan dengan seksama apakah daerah tersebut sering menimbulkan genangan air atau banjir. Apabila ini terjadi jangan dibeli dan pilih daerah lain yang lebih aman dan bebas banjir.

Daerah yang lebih mudah terkena serangan banjir tentu nilai jualnya lebih rendah dan tidak dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal dibanding daerah yang kering dan bebas banjir. Selain itu lahan tersebut juga tidak boleh terlalu dekat dengan sungai apalagi merupakan sungai hilir.

Tanah atau rumah yang lebih mudah terjual dan punya harga yang terus naik adalah yang berada di suatu daerah dimana area tersebut merupakan pusat dari suatu kegiatan masyarakat. Misalnya dekat bangunan kampus, pasar atau pusat perbelanjaan serta hiburan dan sebagainya pasti punya prospek yang bagus.

Sedangkan tanah dan bangunan yang berada dekat dengan kuburan, tempat pembuangan sampah, daerah rawan gempa, daerah yang sering menimbulkan konflik sosial atau hal-hal lain yang bisa menimbulkan masalah sebaiknya juga dihindari. Alasannya tentu saja tidak ada orang yang suka tinggal di tempat seperti itu.

Selanjutnya jika rumah tersebut ada di pinggir jalan raya, pilihlah jalan yang menerapkan sistem dua jalur atau arah. Karena hal ini lebih menguntungkan. Namun jika jalan tersebut hanya terdiri dari satu arah saja, pilihlah yang berada di sisi sebelah kiri. Kendaraan akan lebih mudah masuk dan tidak perlu menyeberang. Karena itu jalan yang hanya terdiri dari satu jalur saja, pasti bagian yang ada di sisi kiri harga jualnya lebih tinggi.

Sumber gambar : http://www.spotthefox.com

 

Artikel Lainnya :