Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membeli Rumah di Area Suburban

Membeli Rumah di Area Suburban
Lahan untuk perumahan yang ada di tengah kota apalagi kota besar semakin sempit dan terbatas persediaannya. Karena itu banyak developer atau pengembang rumah yang mengincar pinggiran kota atau daerah lain yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota tersebut. Rumah yang berada di daerah pinggiran ini sering disebut dengan rumah suburban.

Salah satu kelebihan dari rumah yang berada di daerah suburban yaitu harganya jauh lebih murah dibanding dengan perumahan yang ada di pusat kota. Sebab ongkos pembebasan tanahnya juga tidak terlalu tinggi. Apalagi jika lahannya bukan merupakan lahan produktif, harga pembebasan tanah itu masih bisa ditekan lagi.

Selain murah suasana rumah suburban juga lebih tenang dan nyaman. Beda jauh dengan rumah yang berada di perkotaan, pada umumnya suasananya selalu riuh rendan dan sangat ramai. Bagi mereka yang suka dan butuh ketenangan, tentu rumah suburban bisa menjadi alternatif bahkan pilihan utama untuk dijadikan tempat tinggal dan hunian.

Tapi meski punya beberapa kelebihan, sebaiknya sebelum memutuskan untuk memilih maupun membeli rumah suburban perhatikan dulu beberapa segi yang terkadang justru dapat membuat kita sebagai pihak pengguna atau pembeli harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.

Pertama adalah aksesnya. Meski rumah tersebut harganya murah dan punya desain yang bagus atau punya daya tarik yang tinggi, namun bisa tidak mudah dijangkau tentu akan menimbulkan masalah tersendiri. Misalnya jika kita bekerja di pusat kota, harus ada angkutan atau transportasi umum yang lewat di komplek perumahan tersebut. Kecuali sudah punya kendaraan atau mobil sendiri.

Jangan sampai terjadi meski punya rumah yang bagus, besar dan harganya murah namun harus berangkat kerja ketika hari masih gelap dan sampai di rumah lagi ketika malam sudah larut dan harus langsung tidur atau beristirahat karena jarak tempuh dari rumah dan tempat bekerja terlalu jauh. Lalu apagunanya punya rumah yang mentereng tapi tidak bisa dinikmati dan hanya untuk tidur saja.

Selain aksesbilitan yang mudah, fasilitas komplek perumahan tersebut juga menjadi faktor yang harus menjadi bahan pertimbangan. Misalnya apakah di sekitar daerah tersebut sudah ada rumah sakitnya atau belum. Meskipun tidak pernah mengharapkan sakit namun keberadaan fasilitas ini sangat penting untuk menimbulkan kesan yang nyaman terutama bagi mereka yang sering dapat ganggunan kesehatan.

Kemudian untuk keluarga yang punya anak dan harus bersekolah, perhitungkan jarak sekolah apakah terlalu jauh atau hanya membutuhkan waktu yang singkat saja. Bila jaraknya dekat tentu tidak akan menjadi masalah besar. Tapi bila jaraknya tidak dekat hal ini bisa mengganggu proses belajar mereka. Apalagi jika kita harus mengantar sendiri anak tersebut, pasti akan merepotkan.

Demikian pula dengan fasilitas lain seperti pasar atau pusat perbelanjaan. Pengembang yang baik dan professional tentu akan memikirkan hal seperti ini. Karena fasilitas ini juga merupakan hal yang sangat penting dan bisa mengganggu kegiatan lain jika jaraknya sangat jauh apalagi harus pergi ke pusat kota.

Fasilitas sosial lain yang juga harus tersedia yaitu tempat untuk melakukan ibadah seperti masjid, pura, gereja dan sebagainya. Selama ini banyak pengembang perumahan yang sering tidak mau menyediakan fasilitas ini dengan alasan biaya yang terlalu tinggi. Padahal keberadaannya justru bisa membuat nilai jual dan daya tarik perumahan yang mereka buat jadi semakin tinggi.

Selanjutnya yang terakhir adalah kondisi tanah. Sebelum digunakan untuk komplek perumahan, pada umumnya lahan yang ada di area suburban berupa tanah kosong atau sawah. Jika dipakai untuk membuat bangunan rumah tentu harus dipadatkan lebih dulu sebab kondisinya gembur dan tidak keras. Lakukan pengecekan sebelumnya agar tidak terjadi kasus bangunan yang retak atau amblas ke dalam tanah.

Sumber gambar : http://www.123rf.com

 

Artikel Lainnya :