Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang
Salah satu metode terbaik untuk menciptakan kesan yang lebih indah pada bangunan rumah pada waktu malam adalah menerapkan konsep pancahayaan yang baik. Sehingga cahaya yang keluar dari lampu tidak hanya berfungsi sebagai media penerangan saja, namun juga menjadi semacam obyek untuk memunculkan daya tarik yang lebih tinggi.

Namun sayang sekali banyak diantara masyarakat yang belum dan tidak mengerti tentang teknik untuk menjadikan tampilan rumah menjadi indah menggunakan cahaya lampu. Mereka biasanya hanya sekedar menonjolkan fungsi penerangannya saja. Jikapun ingin mengaplikasikan teknik tata pencahayaan untuk luar ruang, masih sering terjadi kesalahan.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penataan cahaya luar ruang antara lain yaitu jaraknya terlalu dekat antara satu lampu dengan lampu yang lain. Hal ini umum terjadi terutama jika ada bangunan rumah yang letaknya juga saling berdekatan dan berimpitan. Masalah seperti ini sebenarnya bisa diatasi dengan mudah.

Caranya adalah jangan mengarahkan sinar lampu dengan arah yang berlawanan serta berhadap-hadapan. Bidang atau lokasi yang berada di antara dua lampu tersebut akan terlihat sangat terang sementara bidang yang lain justru terlihat gelap. Lampu sebaiknya menerapkan arah yang sama. Sistem ini diaplikasikan pada sistem penerangan yang ada di pinggir jalan dan gang. Tapi konsep yang sama juga harus bisa diterapkan pada taman di lingkungan rumah sendiri.

Kesalahan lain yang juga sering terjadi, sinar yang muncul terlalu terang dan menyilaukan mata. Padahal lampu yang baik yaitu lampu yang sinarnya tidak menghalangi atau mengganggu fokus pandangan mata. Jika lampu tersebut berada di taman terutama taman yang ada di depan rumah, harus bisa diusahakan agar sinarnya tidak menerangi secara langsung pada jalan atau halaman rumah tetangga. Untuk lampu penerangan jalan sebaiknya tetap menggunakan lampu khusus dan dengan konsep yang telah disebutkan di atas.

Khusus untuk lampu taman apalagi yang ukurannya agak luas, sebaiknya tidak hanya memakai satu jenis lampu saja. Apalagi dengan ukuran pancaran sinar yang sama. Hal ini bisa membuat tampilan taman jadi terasa membosankan.

Gunakan beberapa jenis lampu untuk menyinari obyek tertentu seperti tanaman yang ukurannya lebih besar atau patung yang menjadi hiasan di taman tersebut. Sedangkan untuk penerangan di tempat lainnya gunakan lampu dengan sinar yang tidak terlalu terang namun tetap bisa berfungsi sebagai alat penarangan dan menjaga keamanan.

Selain itu pastikan agar cahaya yang muncul dari lampu tersebut bisa menyebar secara merata. Selama ini masih sering terjadi ada yang menggunakan satu atau dua lampu dengan sinar yang sangat terang namun hanya berada di satu titik atau lokasi saja. Tempat tersebut menjadi terlalu terang sementara tempat lainnya tetap terlihat gelap. Sebaiknya menggunakan beberapa lampu yang pancaran sinarnya tidak terlalu kuat dan disebar secara merata.

Ada beberapa orang yang suka memakai hiasan lampu kelap-kelip dan dipasang di suatu obyek seperti tanaman hias, patung atau pintu gapura rumah serta taman dan sebagainya. Bahkan lampu ini tidak hanya terdiri dari satu warna saja namun berwarna-warni. Penggunaan lampu ini sangat tidak bagus. Lampu kelap-kelip hanya cocok dipakai untuk bangunan atau obyek yang bukan merupakan tempat tinggal misalnya toko, hotel, tempat hiburan, rumah makan dan sebagainya.

Jika ingin menonjolkan obyek tertentu di taman atau tempat lain yang terlihat oleh orang banyak, sebaiknya menggunakan lampu sorot saja. Sehingga tampilan obyek tersebut justru terlihat lebih menarik dan bersahaja. Penggunaan lampu kelap-kelip justru akan membuat obyek itu jadi tidak indah karena kalah oleh sinar kelap-kelip yang jadi dominan meski pancaran sinarnya kurang begitu kuat.

Sumber gambar : http://outsidewalllights.org

 

Artikel Lainnya :