Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menjaga Daerah Lalu Lintas Tinggi Dalam Rumah

Menjaga Daerah Lalu Lintas Tinggi Dalam Rumah
Ada beberapa bagian rumah yang jarang dilewati atau digunakan. Seperti kamar tidur misalnya, meski sering dipakai untuk berisitirahat namun hanya orang tertentu saja yang lewat di ruang itu. Beda sekali dengan ruang keluarga atau ruang tamu. Dua macam tempat ini lebih sering dipakai dan banyak orang yang lewat atau berlalu lintas.

Menjaga daerah lalu lintas tinggi dalam rumah memang membutuhkan strategi tersendiri dan harus lebih sering dilakukan. Agar tidak menimbulkan kesan yang berantakan, sebaiknya barang seperti majalah, koran dan pernak-pernik lainnya ditaruh di tempat tersendiri. Kegiatan membaca memang sering dilakukan di ruang keluarga. Namun bila diletakan di ruang tamu biasanya untuk pengunjung yang ketika datang harus menunggu lebih dulu.

Khusus untuk ruang yang menggunakan lantai kayu, karena banyak orang yang berlalu-lalang tentu hal ini bisa menimbulkan lantai tersebut mudah tergores. Sebab kayu punya sifat yang tidak keras seperti lantai dari keramik atau yang lainnya. Untuk mengurangi resiko terjadinya goresan, bagian yang sering dipakai untuk berlalu lintas ini bisa diberi pelindung dari karpet.

Dan sebaiknya karpet tersebut dipilih dari jenis yang tidak berbulu sebab karpet berbulu lebih mudah kotor dan terkena debu. Namun jika keadaan tidak memungkinkan, pintu yang berada di depan ruang dan menjadi akses untuk masuk serta keluar diberi kesed. Sehingga sebelum masuk orang akan menggunakannya sebagai alat untuk membersihkan kaki.

Dan sedapat mungkin buatlah aturan agar sebelum masuk ke dalam ruang, pengunjung atau tamu yang datang serta penghuni rumah harus melepas alas kakinya lebih dahulu. Agar pengunjung tetap merasa dihormati jika harus melepas sepatu, sediakan sandal dari karet atau bahan lain yang sifatnya tidak bisa menimbulkan goresan pada lantai kayu.

Ruang keluarga atau ruang tamu yang sedang dalam kondisi kosong atau sedang tidak dipakai, harus ditutup pintunya. Hal ini untuk mengurangi resiko debu dan kotoran lain agar tidak masuk ke dalam ruang tersebut. Ruang tamu biasanya berada di bagian depan dan menghadap langsung ke jalan atau halaman, pasti akan lebih mudah kotor dan berdebu. Apalagi jika bangunan rumah berada di pinggir jalan yang besar.

Jika ingin pembersihan ruang dan perabot lebih mudah dilakukan terutama untuk kursi, pilihlah kursi yang lapisan penutupnya tidak menggunakan kain beludru. Kain seperti ini lebih mudah terkena kotoran apalagi debu. Jika sudah terlanjur menempel akan sulit dibersihkan dan sering membuat sesak nafas. Kecuali jika punya alat penghisap debu yang baik.

Pilih penutup kursi yang terbuat dari kulit atau imitasi serta bahan lain dimana debu tidak bisa masuk. Jadi kotoran tersebut hanya menempel saja sehingga lebih mudah dibersihkan memakai kain lap atau sulak (kemoceng). Pekerjaan ini jauh lebih praktis dan tidak membutuhkan waktu yang lama dibanding dengan membersihkan beludru.

Selain ruang keluarga dan tamu, ruang makan juga merupakan tempat yang sering digunakan dan banyak yang berlalu lintas. Bila jumlah penghuni rumah cukup banyak, meja sebaiknya diberi lapisan penutup dari kaca. Bahan ini juga lebih mudah dibersihkan dan tidak merepotkan. Bagian lantai dipilih dari bahan yang tidak mudah menimbulkan goresan seperti keramik dan lainnya.

Usahakan pula disetiap ruang tersedia sapu dan alat pembersih yang lain sehingga ketika ingin membersihkan tidak perlu pergi ke ruang yang lain. Tapi tentu saja sapu dan alat pembersih ini harus diletakan di tempat yang tersebunyi namun mudah dijangkau. Sehingga keberadaannya tidak akan mengganggu pandangan. Terutama sekali untuk ruang tamu yang sering kedatangan orang lain yang bukan merupakan bagian dari anggota keluarga.

Sumber gambar : http://lifestylebuild.com

 

Artikel Lainnya :