Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menggunakan Talang Untuk Mempercantik Tampilan Rumah

Menggunakan Talang Untuk Mempercantik Tampilan Rumah
Fungsi utama dari talang adalah untuk menampung air hujan yang jatuh di bagian atap kemudian dialirkan ke bawah. Jadi air dari atap tersebut tidak langsung meluncur ke bawah, karena hal ini bisa membuat dinding menjadi mudah kotor jika tersiram air yang jatuh tersebut. Selain itu bila tidak diberi talang, kemungkinan air masuk ke dalam ruang atau tampu lebih besar.

Namun selain bisa menjalankan fungsi utamanya, talang juga bisa dijadikan sebagai media untuk mempercantik tampilan rumah terutama pada bagian eksterior dan dinding serta bagian bawah atap. Bahkan dinding fasad juga bisa diperindah dengan menggunakan talang ini.

Menggunakan talang untuk mempercantik tampilan rumah sangat mudah sekali dilakukan. Untuk bangunan rumah yang ukurannya besar dan lebarnya lebih dari sepuluh meter, talang bisa dijadikan sebagai element untuk memunculkan visual jeda. Munculnya visual jeda tersebut bisa membuat pandangan mata tidak menjadi bosan karena tampilan dinding dan element lain tidak terlalu polos.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat talang biasanya adalah pipa paralon. Tapi sebelum penggunaan paralon banyak dilakukan, orang suka memakai lembaran seng. Perbedaannya yaitu pipa dari paralon ini punya tampilan yang agak kaku dan kurang menarik jika ingin dijadikan sebagai media untuk mempercantik tampilan bangunan rumah.

Jika tertarik untuk melakukan ekplorasi, lembaran seng ini bisa dibentuk dengan konsep desain yang semenarik mungkin. Kemudian agar terlihat makin cantik dapat diberi warna-warna yang kontras sehingga bisa menjadi fokus pandangan utama.

Demikian pula dengan pipa untuk mengalirkan air kebawah, juga bisa dibentuk dengan tampilan yang lebih istimewa dan tidak harus selalu lurus langsung ke bawah. Bisa saja dibuat miring atau secara zig zag namun tetap mengarah ke bawah. Hal ini lebih mudah dilakukan dan tampilannya jadi semakin baik jika ukuran fasad atau dindingnya lebih lebar dan tinggi.

Selain lembaran seng, talang juga bisa dibuat dari bahan lain yaitu kuningan atau tembaga. Tapi harga bahan ini jauh lebih mahal. Bila tertarik, bahan ini sangat cocok diaplikasikan pada rumah yang menggunakan gaya arsitektur etnik atau tradisional dan klasik. Apabila bangunan rumah itu menerapkan gaya modern dan minimalis, bahan yang paling cocok adalah chrome atau stainless.

Jika mau memperhatikan dengan seksama bangunan pada candi atau bangunan kuno peninggalan jaman dulu termasuk bangunan istana dan kolonial, pembuat desain bangunan ini juga sering menggunakan talang untuk menciptakan tampilan yang lebih menarik.

Bahkan pada bangunan candi kuno, talang dan saluran air untuk membuang air hujan ada yang dibentuk seperti kepala naga kemudian air disalurkan melalui mulut yang terbuka. Bahan yang digunakan untuk membuat talang ini juga sama, yaitu batu alam atau andesit.

Bila tertarik untuk meniru dan mengaplikasikannya, tentu hal ini bisa dilakukan juga. Hanya saja proses pembuatan dan pemasangannya memang agak rumit karena saat ini sudah jarang orang yang membuat saluran air atau talang dari batu. Sehingga harus melakukan pemesanan lebih dulu pada pengrajin.

Yang terpenting dan harus tetap diperhatikan ketika menjadikan talang ini sebagai hiasan atau ornament eksterior adalah tetap mengedepankan fungsi utamanya. Jadi semua perhitungan yang berkaitan dengan arah aliran air serta volume dan daya tampung talang tidak boleh disepelekan begitu saja.

Dan yang tidak kalah penting, apapun bahan yang digunakan harus punya sifat tahan air dan anti karat serta tahan lama. Demikian pula dengan teknik pemasangannya, harus diperhatikan dengan cermat sehingga ketika hujan turun, air tetap bisa mengalir dengan lancar tanpa menimbulkan masalah sama sekali.

Sumber gambar : http://metroplexremodeling.com

 

Artikel Lainnya :