Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengganti Lantai Keramik Dengan Konsep Tile on Tile

Mengganti Lantai Keramik Dengan Konsep Tile on Tile
Ada banyak alasan kenapa orang ingin mengganti lantai rumahnya dengan yang baru. Misalnya karena sudah merasa bosan dan lantai itu tampilannya sudah tidak menarik modelnya sudah tidak lagi sesuai dengan jamannya. Atau bisa juga karena lantai dalam ruang itu ada bagian yang rusak dan di toko sudah tidak ada lagi lantai yang model dan warnanya sama.

Terlepat dari alasan yang dikemukakan namun yang jelas adalah penggantian lantai merupakan jenis pekerjaan yang agak sulit dilakukan dan tidak praktis. Karena lantai lama harus dibongkar lebih dulu. Kegiatan ini apabila dilaksanakan di rumah yang sudah ada penghuninya tentu akan memunculkan masalah tersendiri sebab banyak debu yang berterbangan dan menimbulkan kesan atau suasana yang tidak nyaman.

Namun jika ingin cara yang lebih praktis dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, bisa menerapkan satu konsep yang namanya konsep tile on tile. Mengganti lantai keramik dengan konsep tile on tile ini punya beberapa kelebihan. Yang pertama yaitu proses pengerjaannya jauh lebih singkat dan tindak akan memunculkan debu yang terlalu banyak.

Selain itu dana yang dibutuhkan menjadi lebih irit karena ongkos untuk membayar tukang tidak begitu tinggi. Hal ini disebabkan mereka tidak perlu melakukan pembongkaran lantai yang lama. Jadi lantai yang baru akan ditumpuk diatasnya secara menyatu.

Konsep tile on tile ini sebenarnya sudah sering diaplikasikan pada bangunan yang punya nilai sejarah dan termasuk cagar budaya yang harus dilindungi. Tapi alasan penerapan konsep ini agak berbeda. Yaitu untuk menjaga agar bangunan tersebut tetap terjaga keasliannya termasuk bagian lantainya. Sehingga apabila suatu saat dilakukan penelitian terhadap bangunan itu lagi, tinggal membongkar lantai yang baru.

Tapi sebelum pekerjaan pemasangan lantai berkonsep tile on tile ini dilakukan, sebaiknya harus dipastikan lebih dulu apakah pondasi bangunan atau rumah memang kuat. Selain itu ukuran pada ketinggian ruang harus bisa mencukupi. Perlu diingat, konsep pemasangan lantai baru ini akan membuat ukurang tinggi ruang jadi berkurang beberapa senti meter.

Pengurangan itu berasal dari adonan yang digunakan untuk memasang dan lantai atau ubin baru. Total pengurangan ukuran tinggi ruang ini bisa mencapai sekitar empat hingga lima sentimeter. Meski tidak terlalu banyak, namun hal ini bisa membuat sistem sirkulasi udara jadi terpengaruh.

Jadi jika ukuran ruang tidak terlalu tinggi, penerapan konsep pemasangan lantai baru seperti ini harus dipikirkan secara matang sebelumnya. Jangan sampai terjadi ketika lantai sudah terlanjur terpasang, ternyata suasana ruang jadi kurang nyaman gara-gara ukuran ketinggiannya menjadi lebih rendah.

Efek lain dari penerapan ini adalah ukuran pintu terutama pada bagian daunnya. Jika lantai baru sudah terpasang maka agar tetap mampu menjalankan fungsinya daun pintu harus dipotong pada bagian bawahnya. Selain ukurannya jadi lebih pendek, ada kalanya tampilan pintu jadi kurang menarik lagi sebab antara bagian bawah dan atas menjadi tidak simetris lagi.

Untuk mengatasi masalah ini, cara yang bisa dilakukan adalah sistem pemotongan dilakukan di dua bagian atas dan bawah dengan ukuran yang sama. Hanya saja yang agak merepotkan adalah posisi atau tempat peletakan keper untuk pemasangan daun pintu juga harus digeser. Ini adalah jenis pekerjaan yang juga harus dibuatkan perhitungan tersendiri.

Hal lain yang juga tidak boleh dilupakan adalah, bahan semen yang digunakan untuk memasang keramik atau jenis lantai yang lain ini sebaiknya memakai semen khusus yang bisa menempel di lantai dengan erat dan kuat. Perlu diingat, pada umumnya lantai dalam ruang punya sifat yang lebih halus dan licin. Jika hanya menggunakan semen biasa, kemungkinan besar lantai yang baru akan mudah terlepas.

Sumber gambar : http://www.thisoldhouse.com

 

Artikel Lainnya :