Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Karakter Pagar Dari Materialnya

Mengenal Karakter Pagar Dari Materialnya
Fungsi utama dari pagar adalah untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih baik. Tapi pagar juga bisa dijadikan sebagai media untuk memperindah tampilan rumah atau bangunan yang lain. Bahan yang digunakan untuk membuat element ini ada beberapa macam. Masing-masing bahan itu punya sifat dan karakter yang berbeda-beda.

Oleh karena itu kita harus mengenal karakter pagar dari materialnya agar dalam penggunaan atau pemilihan bahan tersebut tidak terjadi kesalahan yang merugikan. Pagar dari besi misalnya, bahan ini punya sifat yang lebih kuat dan kokoh serta mampu menciptakan sistem keamaan yang baik. Pagar besi juga lebih awet dan tidak mudah kusam. Selain itu desainnya dapat disesuaikan dengan selera.

Tapi pada sisi yang lain, ongkos pembelian bahan dan proses pembuatannya membutuhkan biaya lebih besar bila dibanding pagar lainnya. Waktu yang diperlukan juga lebih lama. Selain itu yang perlu diketahui, meski bisa didesain sesuai keinginan, tapi pagar ini paling cocok diaplikasikan pada bangunan yang menggunakan gaya arsitektur klasik, modern dan minimalis.

Sedangkan pagar yang dibuat dari beton punya sifat solid serta kuat. Pagar ini juga dapat tahan lama meski selalu menghadirkan kesan yang agak kaku, massif dan bentuknya selalu flat serta sering menimbulkan rasa bosan. Ongkos pembuatannya terbilang mahal dan tinggi serta waktu pengerjaannya relatif lebih lama.

Agar kesan bosan tidak muncul hal ini bisa diatasi dengan cara membuat pagar ekpose kemudian diberi lapisan anti jamur dan lumut serta lapisan waterproofing. Atau bisa juga dinding pagar itu diberi warna dengan cat khusus eksterior, terutama untuk bangunan rumah yang memakai desain modern dan minimalis.

Lalu untuk pagar dari bata plester, tampilannya tidak jauh berbeda dengan pagar beton. Namun kekuatannya tentu saja sangat berbeda karena pagar beton jauh lebih bagus. Tapi bila dilihat dari sisi penampilannya, pagar batu plester punya kelebihan karena bentuknya tidak hanya flat namun bisa dibuat variasi atau diberi ornament lain berupa profil dan hiasan motif yang lain.

Proses pengerjaannya nyaris sama dengan pembuatan dinding rumah biasa tapi harus dilengkapi dengan lapisan anti jamur, lumut dan anti air. Lalu pembuatan adonan plesternya harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan keretakan. Pagar ini bisa diaplikasikan untuk bangunan dan rumah dengan desain klasik, modern dan minimalis.

Sementara itu pagar bambu dan kayu punya karakter yang nyari sama. Kesan yang muncul yaitu nuansa alami dan natural. Dibanding dengan pagar lain pembuatan pagar bambu dan kayu tidak membutuhkan dana yang terlalu besar. Tapi bambu tetap merupakan bahan yang harganya paling murah. Kedua jenis bahan ini baik untuk membuat pagar pada bangunan yang memakai gaya tradisional maupun modern.

Jika menggunakan kayu, pilih yang punya karakter padan dan solid dan harus diberi lapisan anti air, jamur dan lumut. Janggan menggunakan kayu yang merupakan buatan pabrik seperti particle board, MDF atau yang lainnya karena mudah rusak. Bila memilih bambu, pilih bambu berwarna kuning karena punya kualitas yang lebih baik dibanding bambu hijau.

Terakhir pagar tamaman punya karakter yang bersifat fungsional yaitu sebagai element yang bisa membuat suasana rumah terasa lebih sejuk sekaligus menyaring polusi udara. Suara yang muncul dari luar bisa diredam sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dalam ruang. Selain itu pagar ini juga mampu menciptakan kesan yang lebih indah dan alami.

Namun jika dipakai untuk menciptakan sistem pengamanan, harus dipilih jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diterobos orang lain yang punya maksud tidak baik. Misalnya bambu, kemuning atau tanaman lain yang dapat diletakan secara berjajar dan rapat.

Sumber gambar : http://asfencingandlandscaping.com
Artikel Lainnya :