Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memilih dan Meletakan Lampu Tidur

Memilih dan Meletakan Lampu Tidur
Lampu tidur sebenarnya punya sifat yang kurang begitu funsional karena ketika ingin istirahat tentu kebanyakan orang lebih suka jika semua lampu dimatikan kecuali lampu kecil yang pada umumnya diletakan di plafon atau dinding sebagai lampu tempel.

Sedangkan lampu yang berada di sebelah samping kiri dan kanan tempat tidur pada umumnya juga tidak dinyalakan. Karena hal ini justru bisa membuat mata menjadi silau.Jadi fungsi utama dari lampu tidur ini sebenarnya hanya untuk memperindah tampilan ruang atau interior saja.

Kecuali bagi mereka yang memang tidak dapat tidur di tempat yang gelap, tentu membutuhkan lampu ini. Meski demikian lampu ini juga tidak punya fungsi yang maksimal sebab mereka lebih sering menggunakan lampu yang berada di tempat seperti langit-langit atau dinding dibanding dengan lampu yang ada di sampingnya tersebut.

Jikapun digunakan untuk membaca, justru bisa membuat mata menjadi cepat lelah bahkan sakit karena lampu tidur cahayanya tidak begitu terang dan hanya bersifat remang-remang saja. Lebih baik kegiatan membaca dilakukan pada ruang yang memang khusus untuk membaca sebab butuh pencahayaan yang lebih terang.

Atau bisa juga memilih lampu yang dilengkapi dengan dimer, yaitu alat yang bisa dipakai untuk mengatur intensitas cahaya yang dimunculkan lampu tersebut. Jadi sistem penyalaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun meski hanya berfungsi sebagai pemanis saja, memilih lampu tidur juga harus menimbang beberapa segi. Yang pertama seperti yang telah dijelaskan di atas, lampu itu tidak memancarkan cahaya yang terlalu kuat karena bisa membuat mata menjadi silau. Lebih bagus lagi jika lampu ini dilengkapi dengan mesin timer sehingga ketika sudah terlanjur tertidur, lampu tersebut bisa mati sendiri.

Kemudian untuk desain dan bentuknya tentu harus diselaraskan dengan desain tempat tidur dan kamar itu sendiri. Demikian pula dengan warna penutup atau kap dan meja serta media untuk meletakan lampu juga harus bisa memunculkan kesan yang indah, cantik dan matching.

Selain itu meletakan lampu tidur juga butuh teknik tersendiri. Jadi tidak boleh asal-asalan saja. Lampu yang jumlahnya ada dua dan diletakan di sebelah kanan dan kiri ini harus punya jarak yang sama dengan dipan tempat tidur sehingga tampilannya bisa terlihat serasi.

Perlu diingat, penggunaan lampu tidur ini selalu membutuhkan ruang yang lebih luas karena tempat tidur harus diletakan di bagian tengah, tidak menempel pada dinding. Bagi yang ukuran kamarnya tidak terlalu besar, sebaiknya tidak usah memaksakan diri karena sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, lampu ini tidak bersifat fungsional kecuali untuk mempermanis tampilan ruang saja.

Posisi atau ketinggian lampu ini sebaiknya berada sekitar limapuluh sentimeteri diatas bantal dan kepala. Jika terlalu dekat tentu cahanya bisa mata menjadi silau dan kepala pusing. Selain ukuran wattnya harus kecil, sinarnya juga tidak boleh terlalu terang karena bisa menimbulkan efek yang sama.

Pemasangan lampu ini juga harus memperhitungkan keamannya. Sebagaimana diketahui, ketika tidur kondisi seseorang selalu dalam keadaan yang tidak sadar. Bisa jadi ketika tidur kemudian melalukan gerakan tubuh, tanpa sengaja ada bagian tubuh terutama tangan yang menyentuh salah satu peralatak listrik atau elektronik lampu tidur tersebut. Jika ini terjadi tentu dapat membuat orang itu kesetrum.

Oleh karena itu kabel dan sistem kerja lampu lainnya harus diletakan di tempat yang khusus dan tidak bisa terjangkau oleh tangan. Meski hal ini kadang kala terasa tidak praktis dan merepotkan namun demi keamanan tetap harus dilakukan. Tapi jika mau yang aman namun tetap praktis, gunakan saja lampu tidur yang sistem kerjanya memakai tali. Jadi ketika mau dinyalakan atau dimatikan, tinggal menarik tali tersebut.

Sumber gambar : http://besthomedecorators.com

 

Artikel Lainnya :