Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Agar Partisi Tidak Menimbulkan Kesan Sempit

Agar Partisi Tidak Menimbulkan Kesan Sempit
Untuk bangunan rumah yang ukurannya kecil, tentu pembagian ruang agak sulit dilakukan sebab bisa membuat ukuran ruang jadi semakin sempit. Jadi satu ruang harus dapat difungsikan untuk berbagai macam kegunaan sekaligus. Apalagi jika pemisah dindingnya berupa tembok batu bata yang bersifat permanen, tentu suasana dalam ruang terasa lebih sesak lagi.

Namun jika hal ini menimbulkan kesan yang kurang nyaman masih bisa menggunakan alternatif yang lain yaitu memakai kain korden yang bisa ditutup dan dibuka dengan mudah. Jika ruang itu mau digunakan untuk acara yang membutuhkan tempat lebih besar kain korden bisa dibuka. Tapi bila ingin menciptakan suasana yang lebih privacy, tinggal ditutup.

Cara lain yang bisa diaplikasikan dengan mudah yaitu memakai partisi atau penyekat ruang yang bersifat portable sehingga dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan kebutuhan. Dan agar mampu menjalankan fungsinya secara lebih optimal pemakaian partisi ini harus memperhatikan beberapa segi.

Salah satu hal yang harus diperhatikan agar partisi tidak menimbulkan kesan sempit di ruang interior yaitu menggunakan jenis partisi yang gampang dilipat atau dipindahkan ke tempat lain. Ketika dibuat, sebaiknya menggunakan bahan yang sifatnya lebih ringan. Jika semua elementnya memakai kayu, pilihlah kayu yang tidak terlalu berat.

Tapi pilihan yang terbaik adalah, kayu hanya digunakan sebagai bingkai saja. Bidang yang ada di bagian tengah bisa diberi element yang memakai bahan lain misalnya kain, rotan, bambu, kertas dan sebagainya. Pemakaian bahan-bahan seperti ini akan membuat pekerjaan pemindahan partisi akan lebih mudah dan praktis dikerjakan.

Jika ini menciptakan kesan yang lebih luas, bisa memilih partisi yang terbuat dari bahan kaca. Selama ini sudah sering kita dengar apabila kaca cermin dipasang dalam ruang atau dinding, bisa membuat ruang itu terlihat lebih luas. Apalagi jika ukuran kaca cermin itu lebih besar tentu akan mampu memunculkan dimensi ruang yang makin besar pula.

Selain diletakan pada dinding, kaca cermin ini juga bisa diaplikasikan untuk membuat partisi. Namun tentu saja harus menggunakan teknik tertentu agar kaca cermin tersebut bisa terpasang dengan kuat pada bingkainya sehingga tidak mudah terlepas atau pecah sekaligus menimbulkan kecelakaan karena bisa membuat luka penghuni rumah.

Jadi kaca yang digunakan harus punya ukuran yang lebih tebal. Selain itu yang harus dipikirkan adalah, kaca punya bobot yang lebih berat dibanding bahan lain yang telah disebutkan di atas. Bahkan dibanding dengan kayu sekalipun, masih berat bobot kaca. Tentu hal ini bisa membuat pekerjaan pemindahan menjadi kurang praktis karena kaca tidak bisa diangkat.

Salah satu cara yang bisa diaplikasikan untuk mengatasi masalah ini yaitu, partisi tersebut dibuat per bagian dan tidak dipasang secara menyatu. Jadi ketika ruang tersebut mau dipakai dan partisi harus dipindahkan, sistem pemindahannya bisa dilakukan satu persatu. Konsep seperti ini juga bisa diterapkan pada partisi yang menggunakan bahan dari kayu atau material lain yang punya bobot lebih berat.

Sistem aplikasi lain yang bisa diterapkan agar partisi tidak menimbulkan kesan yang sempit yaitu membuat partisi yang model atau bentuknya tidak tertutup rapat. Jadi partisi yang dibuat tersebut punya lubang-lubang yang cukup besar sehingga arah pandang mata tetap bisa tertuju pada ruang yang ada dibalik partisi.

Partisi ini dapat dilengkapi dengan element penutup yang sistem buka tutupnya bisa dilakukan dengan mudah. Jika ada tamu atau pengunjung yang datang, agar penghuni yang lain tetap bisa mendapat privacy, element penutup yang biasanya terbuat dari kain ini tinggal digeser saja. Tapi bila tidak ada orang lain bisa dibuka kembali. Sehingga ruang tersebut tetap terasa longgar dan luas.

Sumber gambar : http://www.rafflesfurnishings.com

 

Artikel Lainnya :