Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Pernis Ulang Pada Kayu

Teknik Pernis Ulang Pada Kayu
Selain menjadi bahan untuk membuat furniture, kayu juga bisa dipakai untuk membikin aneka hiasan untuk mempercantik tampilan interior atau ruang. Agar dapat terlihat makin indah dan alami bahan kayu ini bisa diberi lapisan pernis untuk finishingnya. Pernis memang sudah lama menjadi bahan untuk mengkilatkan kayu karena harganya jauh lebih murah dibanding dengan bahan lain misalnya melamin.

Namun sayangnya meski terlihat lebih bagus dan cara penggunaannya mudah, warna pernis juga lebih cepat memudar dan menjadi kusam. Tentu hal ini bisa membuat keindahan furnitur maupun hiasan lainnya menjadi berkurang nilai keindahannya. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan pengecatan atau pemernisan kembali.

Tapi teknik pernis ulang pada kayu tersebut harus dilakukan dengan cara tersendiri, agak beda dengan teknik pengulangan yang menggunakan zat pelapis atau pewarna yang lain. Oleh sebab itu sebelum pekerjaan ini dilakukan, harus dipastikan jika furniture atau hiasan dari kayu tersebut kondisinya harus benar-benar kering, halus dan bersih serta tidak ada bekas lapisan pernis lagi yang masih menempel.

Untuk bidang kayu yang bentuknya datar proses penghalusan dan penghilangan pernis lama bisa dilakukan memakai ampelas yang dililitkan pada karet berbentuk batangan atau potongan kayu. Kemudian untuk bidang yang bentuknya berupa cekungan dan lekukan yang bentuknya seperti kurva dan ukiran bisa memakai obeng atau pensil maupun benda kecil lain yang bisa difungsikan sebagai media untuk melilitkan amplelas.

Fungsi utama dari pengampelasan ini yaitu untuk menghilangkan lapisan pernis yang lama. Tapi pengampelasan juga bisa menghilangkan goresan yang masih membekas pada permukaan kayu. Demikian pula dengan nyala api rokok yang kadangkala secara tidak sengaja jatuh di meja atau kursi kayu dan meninggalkan bekas gosong.

Yang perlu diperhatikan yaitu proses pengampelasan pada bagian yang kena goresan dan gosong ini harus dilakukan secara pelan-pelan dan berhati-hati. Jika terlalu keras dan hanya berada pada bagian itu saja permukaan kayu bisa berubah menjadi cekung bahkan bisa memunculkan goresan baru lagi.

Dan untuk melakukan pekerjaan ini jangan menggunakan ampelas yang kasar, tapi cukup yang halus saja. Jika perlu gunakan jenis ampelas yang nilai kekasarannya adalah nol. Tujuannya yaitu untuk berjaga-jaga agar permukaan yang diampelas tidak mengalami kerusakan sebab ada bagian yang justru menjadi kasar lagi.

Jika di bagian kayu tersebut ada yang retak dan memar atau pecah, cacat kayu seperti ini dapat ditutup dengan suatu lapisan yang dinamakan filler kayu. Bahan ini bisa didapat di toko cat atau toko besi. Jika ingin menggunakan cara yang lain bisa memakai krayon. Yaitu pensil yang sering dipakai menggambar oleh anak-anak dan terbuat dari bahan lilin. Pilih yang jenis warnanya sama dengan kayu lalu ditekan-tekan pada bagian yang rusak hingga semua celahnya bisa tertutup.

Jika proses penghilangan lapisan pernis yang lama serta pemerataan permukaan selesai, lakukan pengecekan sekali lagi apakah masih ada debu dan kotoran yang menempel. Pekerjaan ini dapat dilakukan memakai kain lap yang diberi cairan terpentin kemudian digosok-gosokan. Setelah itu didiamkan beberapa saat hingga permukaan kayu jadi mengering kembali.

Bila sudah kering maka proses pemernisan ulang bisa segera dikerjakan. Adapun prosesnya adalah sama persis dengan proses pemernisan yang dilakukan pada waktu pertama kali. Lalu untuk perawatannya, agar hasil pemernisan ini tidak cepat pudar, sebaiknya perabot dari kayu ini diletakan pada tempat yang tidak bisa terkena sinar matahari secara langsung.

Selain itu tempat yang lebih lembab dan terlalu dingin juga dapat membuat lapisan pernis tidak bisa bertahan lama atau awet. Dan jika ada kotoran yang menempel terutama yang ada cairannya harus segera dibersihkan secepat mungkin.

Sumber gambar : http://www.hldesign.vn

 

Artikel Lainnya :