Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kelebihan Kerai Kayu dan Cara Merawatnya

Kelebihan Kerai Kayu dan Cara Merawatnya
Sampai sekarang pemakaian kerai dari bahan terus mengalami peningkatan. Apabila pada jaman dulu kerai hanya dibuat dari bambu dan lebih sering dipakai di luar ruang atau eksterior, tapi saat ini sudah bisa dibuat kerai dari kayu dan bisa diaplikasikan untuk mempercantik tampilan ruang dan menjadi alternatif untuk mengganti kain korden sebagai penutup jendela.

Kelebihan kerai kayu antara lain yaitu bisa ditempatkan pada jendela baik yang arah hadapnya menuju ketimur atau barat. Penggunaannya bisa membantu mengurangi sinar matahari agar tidak terlalu membuat suasana di dalam ruang terasa panas dan silau.

Selain bisa mengatur intesitas cahaya matahari yang masuk bagi yang ingin menciptakan suasana privacy, kerai kayu tetap bisa dibuka lebar-lebar. Namun orang lain yang sedang berada di luar ruang tidak bisa melihat keberadaan penghuni yang ada di dalam ruang tersebut. Tapi pada sisi yang lain sistem siskulasi udara tetap bisa tercipta dengan baik sebab angin tidak punya halangan untuk masuk dalam ruang.

Sistem pengoperasiannya sangat mudah dilakukan dan pemakaiannya bisa disesuaikan dengan keinginan penghuni. Bila ingin menaikan dan menurunkan hal ini dapat dilakukan dengan praktis tanpa perlu proses yang rumit. Tali tinggal ditarik ke bawah lalu kerai itu bisa bergerak maupun menggulung kearah atas.

Dan untuk pengunciannya agar tidak turun lagi tali tersebut dijepitkan pada celah yang berada diantara tali penahan dan gulungan. Kemudian untuk menurunkannya lagi, kita bisa melepas tali tersebut dengan perlahan-lahan agar jatuhnya bisa teratur dan tidak membuat kerai mudah rusak.

Selain digunakan sebagai penutup jendela, kerai kayu juga bisa dipakai untuk membuat tikar dan taplak meja atau penyekat ruang. Jika dipakai untuk penyekat ruang atau partisi, bisa diaplikasi dengan cara digantungkan pada bingkai. Bagian yang ada di atas dan bawah diikatkan memakai tali atau kawat di bingkai tersebut.

Bahan yang digunakan untuk membuat kerai ini biasanya adalah kayu meranti. Sebab kayu jenis ini punya sifat yang kuat, tahan lama atau awet serta tidak mudah mengalami perubahan bentuk atau melengkung. Meski terjadi perubahan cuaca, bentuk kayu tidak akan berubah dengan cepat.

Namun pada sisi yang lain kayu meranti juga punya sifat yang lain yaitu beratnya lebih ringan. Jadi jika digunakan dengan cara digantung tidak mudah jatuh gara-gara element penggantungnya tidak kuat menahan beban. Dan meskipun jatuh, hal ini juga tidak terlalu membahayakan karena orang yang terkena tidak akan cedera.

Untuk perawatannya, hal yang sering menjadi masalah justru tidak terletak pada kayunya namun justru pada alat atau sistem pengoperasian atau buka tutupnya. Jika tidak bisa menggunakannya dengan baik, alat buka tutup ini mudah rusak. Cara mengetahui jika alat ini masih dalam kondisi yang baik atau tidak caranya tinggal menarik tali pemutarnya. Apabila tidak ada perubahan pada bilah kayunya, maka bisa dipastikan ada bagian yang rusak.

Cara memperbaikinya pertama lepas semua bagian kerai kecuali bagian pemegang yang biasanya dibuat dari logam besi. Setelah itu lepaskan juga karet pengunci besi yang juga berfungsi sebagai pemutar kerai. Lalu besi pada rel pemutarnya direnggangkan agar pilter yang rusak mudah untuk dikeluarkan.

Setelah itu pilter diganti dengan yang baru dan diletakan pada dudukan. Demikian pula dengan karet yang berfungsi sebagai pengunci harus diletakan dengan tepat. Yang harus diingat adalah besi pilter dipasang, sudut yang ada di bilahan kerai harus dalam posisi yang datar atau terbuka.

Bila semua proses perbaikan ini sudah selesai semua, kerai bisa dipasang lagi ke tempat semula beserta tuas atau pemutar pilternya. Kemudian lakukan pengecekan kembali apakah sistem buka tutupnya sudah bisa berjalan dengan baik atau belum.

Sumber gambar : http://www.vatgia.com

 

Artikel Lainnya :