Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat dan Memasang Pintu Utama Rumah

Membuat dan Memasang Pintu Utama Rumah
Fungsi utama pintu yaitu sebagai akses untuk masuk ke dalam rumah atau ruang dan sebaliknya. Sedangkan fungsi lainnya adalah untuk memperindah tampilan rumah jika pintu itu terletak di dinding luar dan membuat ruang terlihat lebih cantik jika berada di bagian dalam.

Khusus untuk pintu utama, ada beberapa aturan yang harus menjadi bahan pertimbangan. Yang jelas yaitu pintu utama rumah tersebut harus punya ukuran yang paling besar dibanding dengan pintu lainnya, terutama ukuran lebarnya. Ukuran lebar dan ketinggiannya tersebut disesuaikan pula dengan ukuran besarnya dinding atau bangunan rumah agar bisa terlihat serasi.

Karena hal ini sebagai pertanda bagi pengunjung terutama yang baru pertama kali datang. Pada umumnya mereka akan mengetuk pintu tersebut jika kondisinya dalam keadaan tertutup. Jadi meski ada pintu lain, namun tetap pintu utamalah yang biasanya selalu dituju. Sebab pintu ini juga langsung mengarah ke ruang tamu. Sedang pintu lain yang bukan merupakan pintu utama lebih sering mengarah ke ruang lain atau kamar pribadi.

Jika ukuran pintu utama tersebut lebarnya lebih dari satu setengah meter, maka sebaiknya dibuat dengan sistem dua daun. Yang terbaik dan paling mudah adalah dua daun itu punya ukuran yang sama. Namun jika ingin membuat variasi, bisa menerapkan ukuran yang berbeda.

Hanya saja pintu yang dibuat dengan ukuran besar harus memperhitungkan apakah ketika sedang dibuka nanti, posisinya tidak terlalu memakan ruang atau tempat. Kecuali jika sistem buka pintu itu menerapkan sistem geser.

Demikian pula dengan nilai keserasiannya, hal ini juga harus mendapat perhatian. Jangan sampai terjadi salah satu daun pintu itu punya ukuran yang begitu besar sehingga ketika dibuka bisa menimbukan kesan yang tidak nyaman.

Namun jika ukurannya tidak begitu besar, bisa menerapkan sistem satu daun saja. Jika ini terjadi, sebaiknya handle atau pegangan pintu maupun sistem pengunciannya diletakan pada sisi sebelah kanan. Hal ini akan membuat penghuni lebih mudah membuka atau menutup pintu tersebut.

Selain itu daun pintu tersebut juga diletakan di bagian sisi yang ada didalam. Jadi ketika dibuka pintu tersebut juga masuk ke dalam ruang. Jangan sampai terbalik, daun pintu mengarah keluar. Jika kondisinya demikian tampilan fasad atau muka rumah jadi kurang sempurna keindahannya. Nilai estetika ruang dan bangunan juga ikut berkurang.

Dan yang tidak kalah penting, jika ada pengunjung ingin bertemu dan mengetuk pintu lalu orang yang ada di dalam ingin membukanya, daun pintu tersebut bisa mengenai muka tamu yang masih ada di depan. Hal ini tentu saja terasa sangat tidak sopan dan etis. Bahkan dalam budaya China, daun pintu yang ada di bagian luar dianggap sebagai simbol penolakan terhadap orang yang mau berkunjung.

Jika ingin menciptakan sistem pengamanan yang lebih baik, daun pintu tersebut bisa dilengkapi dengan lubang atau kaca pengintai. Namun harus diusahakan agar posisinya tidak terlihat terlalu mencolok karena hal ini bisa membuat risih pengunjung. Dia akan merasa diawasi dan dicurigai.

Lalu untuk penempatan dan pemasangannya, sebaiknya pintu utama rumah diletakan di bagian tengah. Namun jika keadaan tidak memungkinkan, bisa diletakan di bagian pinggir. Namun yang pasti, pintu itu harus berada di bagian muka. Sebab pintu utama juga menjadi salah satu pertanda arah hadap bangunan rumah.

Selain itu pintu utama ini juga langsung mengarah ke ruang tamu, bukan ruang lain yang hanya pantas digunakan oleh pemilik rumah dan penghuni yang lain. Jadi ketika ada pengunjung yang datang, bisa langsung masuk ke dalam ruang tersebut tanpa harus melewati ruang yang lain. Jadi nilai privacy ruang-ruang tersebut tetap bisa terjaga.

Sumber gambar : http://westwoodmoldings.com

 

Artikel Lainnya :