Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya

Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya
Partisi adalah penyekat ruang yang sifatnya agak berbeda dengan dinding yang terbuat dari batu bata. Karena partisi pada umumnya tidak bersifat permanen dan jika ingin dilakukan pergantian model atau pindah tempat, pekerjaan ini lebih mudah dilakukan. Sedangkan penyekat ruang yang bersifat permanen tentu hal ini lebih sulit dilakukan sebab harus melakukan pembongkaran lebih dulu.

Bahan dan material untuk membuat sekat ruang atau partisi ini ada beberapa macam. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Partisi dari kaca atau cermin misalnya. Material ini sangat cocok digunakan untuk penyekat ruang yang ukurannya lebih kecil dan bisa menimbulkan kesan yang lebih luas pada ruang tersebut.

Selain itu ruang yang dipisah meski sudah menjadi dua bagian tapi tetap bisa menyatu dan bagi penghuni yang sedang berada di tempat berbeda tetap bisa merasa seperti di satu ruang saja. Dan bagi yang suka dnegan tampilan yang futuristic atau modern, partisi dari kaca dan cermin sangat cocok untuk diaplikasikan.

Kayu merupakan material lain yang paling sering dipakai untuk membuat partisi atau penyekat ruang. Alasan utamanya adalah kayu punya tampilan serat yang bagus dan mampu menghasilkan kesan yang hangat dan natural. Namun jika ingin tampilan yang agak berbeda agar bisa terlihat lebih modern, kayu juga bisa diberi warna menggunakan cat.

Selain itu kayu bisa dijadikan sebagai material kombinasi atau dipadukan dengan bahan partisi yang lain. Misalnya dijadikan bingkai untuk kayu lapis, kaca, kain dan sebagainya.

Bahan partisi lain yang juga mampu menghasilkan kesan natural dan etnik adalah bambu. Sistem aplikasinya bisa dilakukan dengan cara menata bambu secara utuh atau bisa juga bambu tersebut dibelah kemudian dijadikan anyaman. Perbedaannya dengan kayu, jika kayu dapat difinishing dengan cat warna, namun bambu sebaiknya tidak perlu diberi warna. Cukup diberi lapisan dari melamin atau pelitur saja. Jika diberi cat warna hasilnya justru kurang terlihat indah.

Selain bambu masih ada material lain yang punya sifat hampir sama yaitu rotan. Bahan ini juga bisa disusun secara utuh atau diambil kulitnya dan dijadikan anyaman. Tapi jika dibuat anyaman biasanya juga diberi bingkai dari rotan lain yang masih utuh. Atau bisa juga dikombinasi dengan bahan dari jenis yang lain yaitu kayu.

Pada umumnya penggunaan rotan ini tidak diberi lapisan finishing. Sebab tampilan kulit rotan sudah terlihat mengkilat dan indah. Penggunaan cat atau lapisan finishing yang lain justru akan membuat nuansa alaminya bisa menjadi hilang.

Jika ingin harga yang lebih murah dan irit, kain bisa dijadikan sebagai bahan alternatif untuk membuat pertisi. Caranya tinggal membuat bingkainya lebih dulu dari bambu, kayu atau rotan dan bisa juga memakai logam. Setelah itu kain dibentangkan dalam bingkai tersebut.

Kelebihan utama yang dimilik dalam penggunaan kain adalah bisa diganti dengan mudah. Jadi jika bosan dengan motif atau warna kain yang satu bisa dilepas lalu dipasang dengan kain yang lain. Demikian pula jika kotor dan ada debu yang menempel bisa dibersihkan dengan cara dicuci. Jadi perawatannya sangat mudah dan praktis.

Selain itu masih ada satu bahan lagi namun di Indonesia saat ini penggunaannya masih jarang, yaitu kertas. Negara yang paling sering memakai bahan ini untuk membuat partisi adalah Jepang. Selain untuk membuat penyekat ruang, kertas juga sering dipakai sebagai pintu yang sistem buka tutupnya dengan cara digeser.

Bila ingin partisi yang punya tampilan seperti kaca namun tidak mudah pecah, bisa memakai bahan dari fiber. Bahan ini juga berbentuk lembaran dan ukuran tebalnya ada yang dua, tiga dan empat millimeter. Kesan yang ditimbulkan adalah ruang menjadi terlihat unik. Tapi ruang yang menerapkan gaya etnik dan klasik bahan ini kurang cocok diaplikasikan.

Sumber gambar : http://www.houzz.com

 

Artikel Lainnya :