Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menghindari Debu Masuk Rumah

Menghindari Debu Masuk Rumah
Salah satu masalah yang sering timbul jika punya tempat tinggal yang ada di pinggir jalan raya serta pabrik produksi adalah banyak debu yang tertiup angin kemudian masuk ke dalam rumah. Debu ini tentu saja dapat membuat rumah dan perabot yang ada di dalam ruang menjadi lebih cepat kotor. Apalagi perabot lain yang ada di luar ruang atau out door, tentu kondisinya dapat lebih parah lagi.

Selain membuat rumah beserta isinya mudah kotor, debu juga bisa jadi sumber penyakit terutama bagi mereka yang alergi terhadap debu dan punya gangguan kesehatan pada bagian pernafasan. Hal ini tentu akan membuat semua penghuni yang ada di dalam rumah menjadi tidak nyaman dan tentram. Oleh karena itu peristiwa masukya debu ke dalam rumah harus bisa diminimalkan semaksimal mungkin.

Berikut ini ada beberapa sistem yang dapat dilakukan untuk menghindari debu masuk rumah sehingga kebersihan dan kesehatan tetap bisa terjaga dengan baik. Misalnya jika punya koleksi pakaian yang jumlahnya cukup banyak. Meski sudah disimpan dan dimasukan ke dalam lemari, namun karena debu yang masuk terlalu banyak, pakaian tersebut tetap mudah kotor.

Untuk menghindarinya, pakaian tersebut sebaiknya disimpan dan dimasukan dalam plastik saja lebih dulu. Setelah itu baru dimasukan ke dalam lemari dan lemari tersebut harus selalu dalam kondisi yang tertutup rapat.
Selain itu jangan biarkan ada barang yang berserakan serta menumpuk di suatu tempat. Barang atau alat yang sudah tidak dipakai lagi harus disimpan pada tempatnya. Jadi ruang tersebut lebih mudah dibersihkan setiap waktu. Selain itu barang atau perabot yang sering terkena debu mudah rusak dan umur penggunaanya menjadi lebih pendek.

Untuk kamar tidur, bagian yang harus mendapat perhatian ekstra adalah kasur berikut kain sprei yang jadi penutupnya. Salah satu sebabnya adalah kasur baik yang terbuat dari bahan busa atau kapas punya sifat bisa menghisap debu dan partikel lain yang ukurannya sangat kecil dan lembut. Jika sedang berpergian, tempat tidur ini sebaiknya diberi lapisan penutup lain dari plastic atau kain lain.

Selain itu kain sprei harus rajin diganti minimal satu minggu sekali. Karena dari kain sprei inilah debu akan masuk ke dalam busa atau kapas kasur. Apabila sudah terlanjur masuk dan menempel harus segera dibersihkan dengan alat vacuum cleaner atau mesin penghisap debu yang lain. Hal yang sama juga harus dilakukan pada bantal dan guling.

Rumah yang lebih mudah terkena kotoran debu sebaiknya tidak menggunakan perabot atau alat yang mengandung serabut bulu dan busa. Misalnya untuk kursi sofa jangan memakai lapisan dari kain beludru karena kain jenis ini jika ada debu akan mudah menempel dan jika kotor sulit untuk dibersihkan. Jadi sebaiknya memilih lapisan penutup dari kulit atau bahan imitasi saja. Demikian pula dengan karpet permadani, sebaiknya tidak usah digunakan.

Kemudian untuk lantainya, lebih baik memakai jenis lantai yang punya sifat lebih licin misalnya keramik atau marmer. Lantai seperti ini bisa membantu mengurangi debu dalam ruang dan jika kotor lebih mudah dibersihkan.

Hal lain yang bisa diterapkan untuk mengurangi dampak debu yang berterbangan adalah pagar yang ada sekeliling rumah sebaiknya dilengkapi dengan pohon yang ukurannya cukup besar dan berdaun rimbun. Hal ini akan berdampak debu yang mau masuk ke rumah jadi terhalang oleh daun-daun tersebut.

Pemakaian kere bambu yang dipasang di depan pintu juga bisa ikut mengurangi debu yang masuk. Dan sedapat mungkin pintu dan jendela selalu dalam keadaan tertutup terutama di waktu siang hari. Karena pada saat itulah debu yang berterbangan jumlahnya lebih banyak.

Sumber gambar : thewadeband.com

 

Artikel Lainnya :