Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Lantai Laminasi dan Cara Membuatnya

Lantai Laminasi dan Cara Membuatnya
Yang dimaksud dengan lantai laminasi yaitu lantai yang tampilannya seperti lantai kayu biasa namun sistem pembuatannya agak jauh berbeda. Bahan yang digunakan berupa kayu solid lalu diberi lapisan yang terdiri dari empat bagian dan ditumpuk dan disusun secara menyatu memakai tekanan dan suhu yang tinggi.

Lapisan pertama berada di bagian paling atas berupa lapisan pakai atau wear layer yang punya sifat anti gores, tidak bisa pudar dan punya pelindung khusus. Untuk kualitas yang lebih bagus, bagian ini juga dilengkapi dengan lapisan lain yang ditempelkan menggunakan sistem embossing yang menjadi lapisan kedua.

Lapisan ketiga yaitu lapisan inti atau core layer. Pemakaiannya punya tujuan untuk menciptakan sistem stabilitas yang lebih baik. Bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah serat yang dipadatkan dengan tekanan tinggi kemudian dikuatkan algi dengan bahan lain untuk mengikat atau resin. Bahan resin ini berguna agar lantai tersebut bisa punya sifat tahan air sekaligus untuk meningkatkan kualitas dan umur penggunaan.

Sedangkan lapisan keempat berada di bagian paling bawah dan dinamakan dengan backing layer atau lapisan penyokong. Fungsinya adalah untuk mendukukung kekuatan lapisan ketiga. Bentuk dari lapisan terakhir ini berupa bahan dari laminasi tipis. Selain itu lapisan ini juga punya fungsi yang lain yaitu menahan agar lantai tidak menjadi lembab serta untuk menahan agar lantai tidak bisa melengkung atau mengalami perubahan bentuk.

Berdasarkan sistem produksinya, lantai laminasi bisa dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah direct pressure laminate atau tekanan langsung laminasi. Semua lapisan yang ada disusun secara bersamaan kemudian ditekan dengan ukuran tigaratus psi dan suhu antara sembilan puluh tiga hingga duaratus empat derajat celcius. Kelebihan dari lantai jenis ini adalah harganya lebih murah. Namun jika terkena goresan kurang mampu menahannya.

Jenis yang kedua dinamakan high pressure laminate atau tekanan tinggi laminasi. Teknik yang digunakan, masing-masing dari lapisan dibuat secara sendiri-sendiri kemudian dilekatkan dengan lapisan inti pada suhu duaratus enampuluh derajat celsius serta tekanan yang lebih tinggi yaitu seribu psi. Harga lantai jenis ini lebih mahal namun punya kualitas yang lebih baik karena sifat anti goresnya juga lebih kuat.

Dibandingkan dengan lantai kayu biasa, dua jenis lantai laminasi ini harganya lebih murah. Tapi potensi terkena goresan, kotoran dan debu serta pasir juga lebih besar. Karena itu perawatanya juga harus dilakukan secara lebih intensif. Pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan debu menggunakan alat vacuum cleaner lalu dibersihkan lagi memakai air hangat dan kain pel biasa. Setelah itu dilap lagi dengan kain kering agar air yang masih menempel bisa segera hilang.

Langkah berikutnya, buatlah campuran dari cuka putih sebanyak satu gelas dan alkhol serta air hangat dalam jumlah yang sama. Jadikan satu semua bahan ini kemudian masukan dalam botol yang ada alat semprotnya. Campuran ini lalu disemprotkan pada kain lap yang halus.

Selanjutnya kain tersebut digosokan pada permukaan lantai secara perlahan dan ditekan-tekan namun tekanan tersebut tidak boleh terlalu keras. Gerakannya dengan cara memutar sebanyak empat kali. Jadi jangan melakukan gerakan ke kiri dan ke kanan. Jika proses pencampuran dan cara menggunakanya tidak salah, cairan ini mampu menghilangkan noda dan goresan yang sudah terlanjur muncul di lantai. Selain itu lantai juga bisa terlihat lebih mengkilat seperti lantai kayu atau parket biasa.

Agar hasilnya bisa lebih maksimal, ulangi pekerjaan polishing ini hingga dua atau tiga kali agar lantai lebih mengkilat dan berkilau seperti kayu yang asli. Dan yang tidak boleh dilupakan, kain yang digunakan bukan merupakan kain bekas dan kondisinya harus selalu bersih.

Sumber gambar : http://celticlaminates.co.uk

 

Artikel Lainnya :