Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengatasi Ventilasi Yang Terlalu Sempit

Mengatasi Ventilasi Yang Terlalu Sempit
Setiap orang pasti ingin dapat rumah yang sistem ventilasi dan sirkulasi udaranya bisa berjalan dengan baik dan sempurna. Namun untuk komplek perumahan yang padat dan antar bangunan tidak punya jarak serta saling berdempetan, hal ini kemungkinan kecil bisa terpenuhi karena ventilasi hanya bisa dibuat pada bagian depan saja. Hal ini tentu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman karena ruang yang ada di dalam rumah akan terasa panas dan pengap karena sistem sirkulasi udara tidak bisa berjalan dengan lancar.

Perlu diketahui, ukuran jendela dan ventilasi yang paling bagus yaitu sepertiga dari ukuran luas dinding dan ruang. Misalnya jika ada ruang yang ukurannya adalah tiga kali tiga meter maka jendela dan ventilasinya paling sedikit punya total ukuran luas sebesar empat meter. Jika dinding ruang tersebut berimpitan, tentu akan sulit untuk membuat jendela dan ventilasi dengan ukuran tersebut. Jadi ventilasinya bisa menjadi sempit dan kurang memenuhi syarat.

Hal ini sebenarnya tidak perlu disesali. Sebab ada beberapa teknik yang bisa diaplikasikan untuk mengatasi ventilasai yang terlalu sempit tersebut. Yang pertama adalah menggunakan suatu alat yang dinamakan exhaust fan. Yaitu alat yang bekerjanya menggunakan sistem elektronik dan bisa menghisap udara yang ada di dalam ruang lalu membuang keluar melalui pipa. Jadi udara tersebut dikondisikan agar bisa mengalir atau pindah ke luar ruang. Pada umumnya alat ini dipasang di bagian plafon.

Exhaust fan ini sangat cocok digunakan pada ruang atau rumah yang dinding sampingnya saling berhimpitan dengan dinding bangunan lain atau rumah tetangga. Komplek perumahan biasanya dindingnya juga saling berhimpitan dan ventilasi atau jendela tidak bisa dipasang pada bagian samping rumah atau dinding.

Namun sayangnya alat ini hanya mampu mengatur sistem siskulasi atau perpindahan udara saja, bukan untuk mengatur pencahayaan. Jadi jika bangunan rumah itu terdiri dari dua lantai maka pada bagian bawahnya tidak bisa mendapat pencahayaan yang cukup. Karena pencahayaan alami tetap mengandalkan sinar matahari yang muncul dari atas atap melalui genteng kaca.

Adapun cara yang kedua adalah dengan melakukan pembongkaran pada salah satu dinding yang ada di dalam ruang dan menjadikannya sebagai taman ruang atau indoor garden. Bagian atap bisa dibiarkan tetap terbuka sehingga sinar matahari bisa masuk dengan lancar. Selain itu sistem sirkulasi udara juga bisa berjalan dengan baik dari atas tanpa ada hambatan sama sekali.

Ruang yang dijadikan sebagai area terbuka ini sebaiknya dipilih yang berada di bagian tengah. Tujuannya adalah agar ruang lain yang ada di sekitarnya juga bisa mendapat sistem pencahyaan alami dan sirkulasi udara tersebut. Namun sistem ini juga hanya bisa diaplikasikan pada rumah yang ukurannya cukup besar dan hanya terdiri dari satu lantai saja.

Untuk bangunan rumah yang ukurannya lebih kecil, masih terdapat satu metode lagi yang bisa dicoba. Yaitu dengan cara mendinginkan lebih dulu udara yang ada di luar sebelum masuk ke dalam ruang. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa sistem. Misalnya membuat teras di bagian depan atau kanopi. Hal ini bisa membuat ruang yang ada di dalam rumah terasa lebih sejuk jika teras atau kanopi tersebut diberi kelengkapan lain yaitu beberapa jenis tanaman yang cukup rimbun daunnya.

Jika keadaan tidak memungkinkan bisa diganti dengan tanaman lain yang diletakan dalam pot dan ditaruh di bagian atas atau bawah atap teras. Hal ini sangat membantu untuk menyejukan udara yang akan masuk ke dalam ruang. Namun harus diperhitungkan agar posisi tanaman ini tidak menghalangi sinar matahari yang juga harus bisa masuk ke dalam.

Sumber gambar : http://www.finehomebuilding.com

 

Artikel Lainnya :