Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memilih Bahan Material Untuk Kamar Mandi

Memilih Bahan Material Untuk Kamar Mandi
Salah satu jenis kamar yang punya fungsi dan sifat yang agak spesifik yaitu kamar mandi. Salah satu sebabnya adalah kamar ini kondisinya sering basah dan lembab. Oleh karena itu pemilihan bahan dan material untuk membuat beberapa element dan komponennya juga harus dibedakan dengan kamar lain yang kondisinya lebih kering dan tidak pernah lembab.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila memilih bahan material untuk kamar mandi. Misalnya saja ketika membuat bagian lantainya. Pilihlah material atau ubin yang permukaan dan mukanya tidak terlalu licin. Jika perlu gunakan yang kasar saja. Tapi lantai ini harus punya sifat mudah dibersihkan dan tahan pada bahan kimia. Sebab membersihkan kamar mandi kadangkala harus menggunakan bahan ini jika ingin mendapat hasil yang lebih baik.

Bahan yang paling cocok untuk membuat lantai kamar mandi adalah batu alam yang terdiri dari granit, marmer atau yang sejenisnya. Namun jika ingin yang lebih hemat gunakan saja keramik sebab harganya lebih murah. Atau bisa pula memakai bahan dari vinil. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah teknik pemasangannya terutama ukuran kemiringannya. Ukuran yang paling pas adalah sekitar satu persen dari ukuran lebar dan panjang lantai.

Element lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah dinding. Pilih bahan yang punya sifat tahan air dan gampang dicuci. Jika memakai dinding dari batu bata dan diberi lapisan aci, pilih cat warna jenis water proof. Jika lebih suka dengan warna yang lebih terang, hal ini sangat bagus karena control kebersihkannya lebih mudah dilakukan. Beda dengan dinding warna gelap, jika ada bagian yang kotor kadangkala tidak bisa terlihat dengan jelas.

Kemudian untuk pintu, pilih bahan yang sifatnya tahan air juga serta punya bobot yang ringan dan mudah untuk dibersihkan. Bahan yang paling bagus untuk pintu kamar mandi antara lain adalah pintu PVC, alumunium atau seng maupun lembaran pintu. Jika memakai bahan dari kayu sebaiknya diberi lapisan pelindung atau laminasi.

Ukuran pintu untuk kamar mandi harus lebih tinggi dibanding pintu kamar yang lain. Dan yang tidak boleh dilupakan, daun pintu sebaiknya dipasang pada sisi sebelah kanan dan ketika dibuka daunnya ada di bagian dalam. Hal ini untuk menghindari adanya benturan dengan kegiatan lain di luar kamar mandi.

Kunci yang digunakan sebaiknya yang menggunakan sistem handle saja karena lebih praktis. Bila memakai kunci putar, hal ini sering memunculkan masalah terutama jika ada penghuni yang punya gangguan fisik atau cacat. Lebih bagus lagi apabila pintu ini dilengkapi dengan indikator agar orang lain bisa mengetahui apakah kamar mandi tersebut sedang digunakan atau tidak.

Pemilihan bahan untuk klosed juga tidak boleh disepelekan. Jenisnya bebas namun yang paling penting adalah sistem pembuangan airnya harus dilengkapi dengan bowl atau leher angsa agar tidak menimbulkan bau. Bila menggunakan klosed duduk, pilihlah yang pemakaian airnya lebih hemat atau dual flush. Klosed ini dapat mengeluarkan air secara otomatis sebanyak tiga liter bila dipakai buang air kecil dan enam liter buang air besar.

Selanjutnya untuk keran, pilih yang punya tombol dan bisa mati sendiri meski setelah digunakan tombol tersebut lupa ditekan lagi. Tujuannya adalah untuk menghemat penggunaan air. Namun jika ada penghuni yang punya cacat fisik, sebaiknya memilih yang jenisnya lever handle atau keran putar saja. Keran ini sangat mudah dihidupkan dan dimatikan lagi meski hanya memakai siku saja.

Bagian lainnya adalah wastafel. Tempat untuk membersihkan muka atau tangan ini sebaiknya dilengkapi dengan kaca cermin. Salurannya juga seperti klosed harus menggunakan leher angsa. Jenis wastafel yang bagus digunakan di dalam rumah yaitu yang berdiri sendiri, digantung atau diletakan di bagian atau counter maupun yang menyatu bersama counter.

Sumber gambar : http://www.mybuilder.com

 

Artikel Lainnya :