Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Desain Roof Deck

Membuat Desain Roof Deck
Roof deck adalah ruang terbuka yang berada di lantai atas. Perbedaannya dengan teras, apabila teras masih dilengkapi dengan atap pada bagian atasnya, namun roof deck tidak menggunakan element tersebut. Jadi sama sekali tidak menggunakan pelindung. Sehingga sinar matahari dapat masuk atau memancarkan sinarnya secara langsung tanpa halangan ke tempat tersebut.

Karena itu jika ingin membuat desain roof deck posisi atau letaknya harus memperhitungkan masalah ini. Fungsi roof deck sendiri pada umumnya tidak beda jauh dengan teras, yaitu untuk berkumpul dengan anggota keluarga atau bersantai serta menikmati panorama alam yang berada di sekitar bangunan rumah dimana roof deck menghadap.

Tapi adakalanya roof deck digunakan untuk mengadakan acara yang lain yaitu makan bersama atau acara lain yang bersifat tidak resmi dan jumlah orangnya hanya beberapa saja. Hal ini bisa memungkinkan karena roof deck berada di ketinggian sehingga acara yang sebenarnya bersifat privacy tersebut tidak bisa terlihat orang lain. Hal seperti inilah yang juga ikut membedakannya dengan teras karena teras tidak bisa digunakan untuk mengadakana acara seperti itu.

Hal pertama yang mesti diperhatikan ketika membuat roof deck yaitu harus memperhatikan arah datangnya sinar matahari agar suhu yang ada di tempat tersebut tidak terlalu panas. Namun bila keadaan tidak memungkinkan, roof deck bisa dilengkapi dengan pergola yang diberi tanaman rambat. Hanya saja tanaman rambat tersebut sebaiknya tidak menutup semua bagian pergola, tapi cukup di tempat tertentu saja. Karena jika semua tertutup, maka konsep ruang terbukanya akan menjadi berkurang atau hilang.

Suasana yang lebih sejuk juga bisa diciptakan dengan penggunaan tanaman hias yang ukurannya cukup besar dan rindang. Meski berukuran besar, namun tanaman hias ini sebaiknya diletakan di dalam pot saja agar ketika sedang tidak digunakan atau ingin membutuhkan tempat yang lebih luas bisa dipindahkan dengan mudah.

Sementara konsep gaya atau desainnya dapat menyesuaikan dengan aristektur bangunan yang sudah ada dengan tujuan agar tampilannya terlihat menyatu, tidak bagian yang terpisahkan. Lalu hal lain yang harus dipertimbangkan, sedapat mungkin posisi atau letak roof deck ini arahnya tidak menghadap pada bangunan lain. Jika ini terjadi bisa mengurangi nilai privacivitas apalagi jika bangunan tersebut juga dilengkapi dengan teras atau roof deck yang sama.

Bagian lantai sebaiknya menggunakan bahan yang punya sifat anti air dan sinar matahari, seperti ruang lain yang bersifat terbuka atau out door. Cahaya matahari dan air hujan yang turun dapat membuat lantai menjadi tidak tahan lama atau mudah retak dan muncul jamur maupun lumut. Bila ingin menggunakan lantai dari kayu, harus dipilih yang kualitasnya benar-benar bagus dan diberi lapisan anti jamur dan lumut.

Saluran pembuangan air juga harus diperhatikan dengan cermat. Jangan sampai terjadi bila hujan turun dengan deras akan menimbulkan genangan air. Seperti yang telah diuraikan diatas, element atap tidak dibutuhkan dalam pembuatan roof deck. Lebih bagus jika pada bagian pinggir diberi semacam parit kecil agar air bisa langsung mengalir di tempat itu. Namun jika hal ini dirasa bisa merusak pandangan, pada bagian pojok diberi lubang saluran pembuangan air dan pipanya dapat langsung diarahkan ke bawah.

Kemudian untuk perabotnya juga harus dipilih yang menggunakan bahan anti air. Misalnya dari bahan logam atau kayu jati dan kayu lain yang biasanya digunakan untuk membuat kursi taman. Kecuali jika sedang musim panas, perabot tersebut bisa diganti dengan bahan lain seperti kursi sofa yang terbuat dari busa dan sebagainya. Hanya saja kursi busa seperti ini kadangkala masih menimbulkan masalah juga karena tidak kuat menahan pancaran sinar matahari. Jadi cara yang paling baik adalah hanya memasangnya ketika sedang digunakan saja.

Sumber gambar : http://www.eclipseyourhome.com

 

Artikel Lainnya :