Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbedaan Teknik Penggunaan Kuas dan Rol Untuk Mengecat Dinding

Perbedaan Teknik Penggunaan Kuas dan Rol Untuk Mengecat Dinding
Ketika memberi lapisan warna atau mengecat dinding ada alat utama yang digunakan yaitu kuas. Namun sebelum menggunakan kuas, harus megetahui teknik pengecatan yang benar. Tujuannya adalah agar bisa didapat hasil pengecatan yang kualitasnya baik namun tidak perlu menggunakan jumlah yang banyak.

Jika bisa menerapkan teknik pengecatan yang benar, waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat dan alat yang dipakai tidak mudah rusak. Selain itu proses pengecatan bisa dikerjakan dengan enak dan nyaman.

Jenis kuas yang digunakan untuk mengecat sendiri ada dua yaitu kuas biasa dan yang bentuknya rol. Terdapat beberapa perbedaan teknik penggunaan kuas dan rol untuk mengecat dinding. Yang pertama adalah cat kuas biasanya digunakan untuk dinding yang ada di bagian bawah dan kuas rol untuk dinding yang ada di bagian atas.

Namun pada kondisi tertentu penggunaan kuas juga harus diaplikasikan meski dinding tersebut berada di tempat yang tinggi. Misalnya pada sudut atau tempat yang sempit yang tidak mungkin bisa dilakukan jika tetap menggunakan kuas rol. Kuas yang digunakan juga harus punya ukuran yang lebih kecil agar bisa lebih fleksibel dan pekerjaan pengecatan mudah dilakukan.

Baik kuas maupun rol, sebelum digunakan sebaiknya dibersihkan lebih dulu. Khusus untuk kuas biasa harus dalam kondisi yang kering. Namun sebaliknya untuk kuas rol, justru harus dibasahi lebih dulu dengan air lalu diperas. Tujuannya adalah agar kuas rol tersebut tidak kaku sehingga hasil pengecetan jadi merata dan halus.

Proses pengecatan yang menggunakan kuas rol juga tidak bisa dilakukan secara langsung dari kaleng namun harus ditaruh pada wadah yang datar dan punya ukuran yang cukup lebar sehingga semua bagian rol bisa menjangkau cat tersebut. Kemudian kuas rol di gelindingkan dari satu sisi ke sisi yang lain agar car bisa masuk ke dalam rol secara penuh. Selanjutnya kuas rol diperas lagi dengan cara ditekan pada salah satu sisi dinding bak.

Untuk memastikan agar cat yang masuk ke dalam kuas rol tidak berlebihan, angkat kuas tersebut dan tunggu beberapa detik. Jika tidak ada cairan yang menetes itu pertanda cat yang masuk tidak terlalu banyak. Baru setelah itu proses pengecatan bisa segera dilakukan.

Yang paling baik adalah, pekerjaan pengecatan yang menggunakan kuas rol ini dilakukan setiap satu hingga dua meter persegi dalam satu waktu. Caranya bisa menerapkan sistem zigzag namun kuas rol tersebut tidak boleh diangkat. Sistem zigzag tersebut bisa membentuk huruf N, W atau M. Setelah itu isi bagian dinding atau ruang yang masih kosong tersebut dengan sistem yang sama dan kuas rol belum boleh diangkat. Bila semua bidang sudah terisi, bisa dilanjuta pada sisi yang ada disampingnya dengan cara yang sama. Demikian seterusnya.

Untuk pemakaian kuas biasa ketika dimasukan ke dalam kaleng cat cukup separohnya saja tidak seluruhnya. Dan ketika diangkat lagi, sebelum disapukan ke dinding diamkan kuas beberapa saat agar kelebihan cat yang ada di kuas menetes lebih dulu. Jika sudah tidak ada tetesan yang jatuh, barulah kuas tersebut bisa digunakan. Jika cat yang ada di kuas terlalu banyak dapat dikurangi dengan cara menekankan kuas tersebut pada bagian bibir kaleng.

Pengecatan bisa dilakukan dengan cara menekan kuas namun perlahan saja, tidak boleh terlalu keras. Dan sebaiknya pekerjaan ini dimulai dari bagian yang paling atas lalu menuju ke bawah. Jika hasil pengecatan kurang sempurna dan harus ada pengulangan proses pengerjaannya juga harus sama, dimulai dari tempat yang paling awal mendapat pengecatan.

Untuk bidang yang ada di bagian pinggir atau bertemu dengan bidang lain dan memakai warna beda, sebaiknya memakai kuas ukuran kecil atau memakai ujung kuas melalui cara dimiringkan.

Sumber gambar : http://www.ebay.com
Artikel Lainnya :