Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Ruang Olahraga di Rumah

Membuat Ruang Olahraga di Rumah
Banyak orang yang memandang jika kegiatan olahraga adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan dan harus dilakukan secara rutin bahkan setiap hari. Adapun tujuannya tentu saja untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Oleh sebab itu bagi yang tidak sempat keluar rumah mereka berusaha untuk melakukan olahraga di rumahnya sendiri. Jadi mau tidak mau harus bisa menyediakan ruang khusus sehingga dapat menjalankan aktivitas ini tanpa harus mengganggu penghuni yang lain. Ruang olahraga ini bisa dibagi menjadi dua yaitu di tempat terbuka atau di ruang tertutup.

Beda dengan yang berada di gedung sport centre atau tempat lain, membuat ruang olahraga di rumah memang membutuhkan beberapa kiat tersendiri karena lahan atau tempat yang tersedia tentu tidak begitu luas dibanding dengan gedung olahraga yang memang khusus dipakai untuk menjalankan kegiatan ini.

Jika berada di luar ruang, sebaiknya menggunakan halaman yang ada di belakang rumah agar aktifitas yang sedang dilakukan tidak bisa terlihat dari luar. Sebagaimana diketahui ada beberapa jenis olahraga yang harus menggunakan pakaian tertentu yang bisa menimbulkan kesan kurang sopan jika dikenakan pada tempat yang sering terlihat oleh orang lain.

Pembuatan konsep atau desainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Namun pada umumnya olahraga yang dilakukan di rumah sendiri tidak membutuhkan alat yang begitu lengkap. Misalnya angkat beban, lari di tempat, senam dan sebagainya. Sehingga ruang atau tempatnya bisa dibuat menyatu dengan taman. Yang penting adalah permukaan tanah yang akan dipakai untuk melakukan olahraga harus datar aman serta tidak bisa menimbulkan cedera.

Namun untuk tempat olahraga yang ada di dalam ruang, harus memperhatikan banyak hal. Salah satunya adalah sistem ventilasi, jendela, pintu maupun sirkulasi udaranya harus lebih besar dan banyak karena ketika sedang melakukan olahraga orang akan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Jika sistem sirkulasi udara tidak bisa berjalan dengan baik tentu bisa memicu timbulnya suasana yang panas dan kurang nyaman.

Selain itu ruangnya juga harus punya ukuran yang lebih tinggi agar udara yang berada di dalam ruang tetap terasa sejuk dan segar. Jika ruang tersebut sudah terlanjur jadi dan tidak bisa dibuat lebih tinggi lagi bisa dilakukan dengan cara melepas atau membongkar plafonnya. Ketinggian ruang bisa bertambah ukurannya. Jika bagian atapnya tidak bisa diekspose, pemasangan plafon bisa dilakukan lagi dengan cara mengikuti arah kemiringan atap. Jadi posisinya tidak mendatar lagi.

Karena berada di dalam rumah tentu ruang olahraga ukuran luasnya tidak begitu besar dibanding dengan pusat olahraga umum. Untuk menimbulkan kesan yang lebih luas dan besar, pada bagian dinding bisa diberi kelengkapan berupa kaca mirror ukuran besar. Jika dirasa perlu semua bagian bisa ditutup dengan material ini.

Untuk lantainya sebaiknya jangan menggunakan yang licin karena jika terkena tetesan keringat bisa membuat orang jadi terpeleset dan menimbulkan cedera atau luka. Agar lebih aman gunakan ubin yang permukaannya kasar. Lebih bagus lagi apabila permukaan lantai ini ditutup dengan lapisan karet atau karpet sehingga menjadi lebih aman. Warna dan motifnya bisa diselaraskan dengan desain ruang atau rumah.

Yang tidak boleh dilupakan akses untuk keluar masuk dalam ruang yaitu pintu letaknya harus diperhitungkan agar pengguna ruang ini ketika selesai melakukan olahraga dan mau mandi atau membersihkan diri tidak perlu melewati ruang lain namun langsung menuju kamar mandi. Jadi penghuni lain tidak akan merasa terganggu. Sehabis melakukan olahraga biasanya orang akan mengeluarkan keringat yang aromanya kurang sedap. Oleh sebab itu selain arah pintu arah hadap dan posisi kamar juga harus dipertimbankan dengan baik.

Sumber gambar : http://www.poosu.net

 

Artikel Lainnya :