Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Konsep Desain Rumah Susun

Membuat Konsep Desain Rumah Susun
Saat ini kebutuhan rumah atau tempat tinggal yang layak terus mengalami peningkatan. Meski sudah banyak dibangun perumahan, namun ada anggota masyarakat yang tidak mampu membeli atau memilikinya. Karena harganya terlalu tinggi terutama bagi mereka yang punya penghasilan pas-pasan saja. Untuk mengatasi masalah ini, ada satu pilihan yang mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk memiliki rumah sendiri yaitu rumah susun.

Namun yang sering menjadi masalah adalah rumah susun sering membuat penghuni merasa kurang nyaman. Salah satu sumber ketidaknyaman tersebut adalah karena desain atau bentuk bangunannya kurang bisa mengakomodasi semua kebutuhan penghuni. Hal ini tentu harus bisa menjadi tantangan bagi para atsitektur atau pembuat bangunan untuk menghasilkan desain rumah susun yang lebih bagus lagi.

Teknik dan cara membuat konsep desain rumah susun sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda jika dibandingkan dengan membuat bangunan untuk komplek apartemen. Namun ada beberapa sistem yang menjadikannya agak berlainan. Karena kebanyakan penghuni rumah susun adalah masyarakat golongan menengah ke bawah, sementara untuk bangunan apartemen hampir semua penghuninya terdiri dari golongan menengah ke atas. Oleh karena itu jika membuat desain rumah susun harus bisa memperhatikan kondisi dan konteks sosial ini.

Beberapa konsep yang harus mendapat perhatian ketika membuat desain rumah susun antara lain adalah, pertama lantai yang berada di bagian paling bawah atau dasar sebaiknya tidak dijadikan sebagai tempat hunian. Bagian ini digunakan untuk membuat fasilitas umum atau penunjang dan bisa dipakai secara bersama-sama antar penghuni.Misalnya sebagai tempat untuk pertemuan atau rapat bulanan, posyandu, dan sebagainya.

Sebelum desain tersebut dibuat perhatikan lingkungan sekitar di mana rumah susun tersebut akan dibuat. Misalnya seperti ini, di sekitar lokasi tersebut tidak ada fasilitas sosial misalnya tempat untuk melakukan ibadah bersama seperti masjid, gereja atau yang lainnya tergantun mayoritas kepercayaan yang dianut oleh calon penghuni. Jika hal ini terjadi, pembuat rumah susun harus bisa menyediakan tempat untuk melakukan kegiatan yang bersifat kerohanian ini.

Selain itu rumah susun yang baik dan layak harus bisa menyediakan ruang terbuka yang berupa taman serta tempat untuk bermain anak-anak serta berbagai macam kegiatan interaksi sosial lainnya. Minimal ruang terbuka tersebut yaitu 20% dari keseluruhan lahan yang tersedia. Apabila luasnya tidak mencukupi, dapat menggunakan sisa ruang terbuka yang berada di bagian dasar bangunan.

Beberapa pihak menyatakan jika luas ruang terbuka ini tidak dihitung dalam prosentase namun berdasarkan pada jumlah penghuninya. Hitungan yang paling sering digunakan yaitu setiap jiwa membutuhkan sedikitnya dua meter persegi untuk untuk pergerakan pribadi. Jadi tinggal dihitung saja berapa orang yang tinggal di tempat tersebut. Namun rata-rata setiap kamar dihuni oleh dua hingga empat orang.

Di luar ruang terbuka tersebut, rumah susuh juga harus menyediakan tempat parkir. Rasio yang paling bagus adalah setiap lima tempat hunian harus ada satu tempat parkir mobil. Lalu untuk parkir motor menggunakan rasio dua berbanding satu dan tempat parkir sepeda kayuh yaitu satu berbanding satu. Dari perhitungan ini bisa diukur berapa luas lahan parkir yang harus disediakan.

Yang tidak boleh dilupakan, di setiap tiga lantai harus tersedia fasilitas untuk kegiatan komersil. Misalnya untuk membuat kios kelontong dan kebutuhan sehari-hari dan sebagainya. Biasanya luas fasilitas untuk melakukan kegiatan ini adalah 10% dari keseluruhan luas tiga lantai tersebut.

Selain itu rumah susun ini juga menyediakan fasilitas lain yang disediakan khusus untuk kaum difabel. Jadi mereka tetap bisa mendapat hak untuk mengakses tempat ini meski berada di tempat atau lantai yang paling atas sekalipun.

Sumber gambar : http://www.commonfloor.com

 

Artikel Lainnya :