Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Fungsi dan Teknik Membuat Desain Koridor

Fungsi dan Teknik Membuat Desain Koridor
Koridor adalah ruang yang digunakan sebagai jalan atau akses untuk menuju dari ruang satu di ruang yang lain. Karena hanya berfungi sebagai ruang penghubung saja, pada umumnya koridor selalu dibuat dengan tampilan yang sederhana dan tidak mendapat sentuhan interior sama sekali. Hal ini disebabkan koridor memang lebi sering tidak punya ukuran yang cukup besar. Bahkan ada koridor yang bentuknya seperti lorong.

Tapi pada sisi yang lain, koridor ini sebenarnya punya peran yang sangat penting terutama pada bangunan rumah yang ukurannya besar dan luas. Sebab dengan adanya koridor maka penghuni yang mau pergi ke suatu ruang tidak perlu melewati ruang yang lain sehingga tidak mengganggu anggota penghuni rumah lainnya.

Misalnya dari ruang tidur mau ke ruang makan, tidak harus melewati ruang tamu lebih dulu. Jadi jika jika ada tamu yang datang dan ingin berjumpa dengan anggota keluarga yang lain kita tidak perlu mengganggu perbincangan atau urusan mereka. Kehadiran kita di ruang tamu meski hanya sekedar lewat saja sedikit banyak tentu akan memunculkan gangguan bagi mereka, terutama jika sedang melakukan pembicaraan yang bersifat pribadi.

Koridor sendiri terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah koridor single loaded koridor yaitu koridor yang berfungsi untuk mengakses satu bagian sisi ruang saja. Lalu yang kedua yaitu koridor double loaded yang bisa dipakai untuk menuju dua ruang atau lebih. Misalnya pada sisi salah satu koridor ada ruang makan dan ruang dapur sementara sisi lainnya ada ruang pribadi yang posisinya saling berhadapan.

Lalu bagaimana cara membuat desain koridor agar tampilannya lebih menarik dan tidak cepat membuat bosan?. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. Yang pertama yaitu memilih material yang disesuaikan dengan bahan yang digunakan untuk membuat bangunan rumah itu sendiri. Namun yang perlu diingat, pemilihan material ini juga harus bisa dikaitkan dengan efek yang akan muncul pada koridor.

Contohnya seperti ini. Rumah tersebut punya taman atau halaman yang cukup luas dan letaknya berada tidak jauh dari ruang keluarga. Agar tidak menimbulkan gangguan pada penghuni lain yang sedang berada di ruang tersebut, maka harus ada koridor yang bisa dijadikan sebagai akses untuk menuju halamant tersebut tanpa melewati ruang keluarga lebih dulu.

Dan karena digunakan sebagai akses untuk masuk dalam rumah dan keluar menuju taman maka koridor ini bisa dibuat dengan konsep yang terbuka. Lalu untuk lantainya dapat memilih bahan yang sifatnya lebih kasar. Alasannya karena lantai yang kasar lebih selaras dengan suasana yang ada di taman. Lantai tersebut bisa dibuat dari batu alam atau lantai kayu dan sebagainya.

Untuk pencahayaan bisa disesuaikan dengan ruang lain yang saling berhubungan dengan koridor. Jika koridor ini berada di antara ruang makan dan ruang tidur misalnya, maka bisa menggunakan teknik pencahayaan yang mampu memunculkan kesan nyaman. Atau dapat juga memakai warna yang menimbulkan kesan hangat pada plafon dan dinding. Lalu dinding ini diberi kelengkapan lampu tempel yang memunculkan warna kuning.

Sedangkan tema atau konsep desainnya, bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur bangunan serta ruang yang ada di rumah itu sendiri. Sebab meski hanya sekedar ruang penghubung saja namun koridor juga punya peran yang tidak sedikit pada nilai estetika dan tampilan interior. Sehingga secara garis besar koridor ini dibuat secara menyatu dengan ruang yang saling terhubung oleh element ini.

Lalu agar tidak memunculkan jika koridor tersebut seperti lorong, bagian dindingnya bisa diberi hiasan seperti lukisan atau pernak-pernik aksesoris yang lain. Kemudian pada lantai yang ada dipinggir dapat diberi meja hias, gentong keramik dan sebagainya.

Sumber gambar : http://www.reliancewonder.com
Artikel Lainnya :