Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbandingan Rumah Kayu dan Bambu

Perbandingan Rumah Kayu dan Bambu
Rumah kayu dan rumah bambu keduanya punya satu persamaan utama yang sama yaitu bahan yang dipakai untuk mendirikan atau membangunnya diambil langsung dari alam tanpa melalui proses pengolahan lebih dahulu. Jadi kedua bahan tersebut bisa langsung dipakai sesuai dengan kebutuhan.

Dilihat dari dari kelebihannya, antara rumah kayu dan bambu juga punya banyak keunggulan yang sama. Misalnya kedua rumah ini punya daya tahan yang lebih kuat menghadapi pergerakan tanah. Meski terjadi bencana gempa, rumah yang menggunakan bahan dari kayu dan bambu bisa lebih tahan dibanding dengan rumah yang memakai dinding batu bata dan beton meski saat ini sudah ditemukan sistem pembetonan untuk menghadapi bencana tersebut.

Jika jaman dulu orang membangun rumah dari kayu dan bambu hanya bisa menggunakan model tradisional saja, namun saat ini kedua bahan ini bisa diaplikasikan dalam bangunan yang punya bentuk lebih modern. Bahkan rumah yang menggunakan gaya minimalis sekalipun bisa memilih kayu atau bambu sebagai bahan utamanya.

Kayu dan bambu yang bersifat natural tentu tidak mengandung bahan kimia sama sekali. Jika mau memakai bahan ini untuk membangun rumah, penghuni tidak akan merasa takut ada bahaya yang muncul karena partikel-partikelnya tidak menimbulkan masalah sama sekali terutama yang berhubungan dengan masalah kesehatan.

Kemudian untuk masalah waktu pengerjaan, keduanya juga tidak perlu waktu yang terlalu lama untuk melakukan proses pembangunannya. Jika semua bahan yang dibutuhkan sudah tersedia, hanya dalam hitungan beberapa minggu saja rumah kayu atau rumah bambu sudah bisa berdiri dengan megah kecuali bagi yang menggunakan desain yang lebih rumit dan butuh perhitungan yang lebih teliti.

Jika ingin mengganti atau merubah desain, pelaksanaanya juga bisa lebih cepat dikerjakan dan biaya yang harus dikeluarkan juga tidak terlalu tinggi. Karena bahan yang sudah dilepas maupun dibongkar masih bisa dimanfaatkan lagi. Bandingkan dengan rumah yang menggunakan bahan beton dan batu bata, pembongkarannya perlu waktu yang lama dan ongkos yang tidak sedikit.

Tapi dibalik beberapa persamaan dalam hal keunggulannya, dua rumah ini juga punya beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Yang pertama adalah dari sisi pembiayaan. Harga kayu saat ini harganya terus melambung tinggi karena persediaannya semakin lama juga makin terbatas. Hal ini dikarenakan permintaan yang ada lebih besar dibanding dengan stok yang tersedia.

Berbeda dengan bambu yang persediaannya masih melimpah dan usia tanamnya juga jauh lebih singkat. Jika bambu hanya membutuhkan kisaran waktu sekitar tiga tahun saja, tapi untuk kayu minimal adalah sepuluh tahun bahkan ada yang mencapai limapuluh tahun. Kondisi inilah yang membuat harga bambu jauh lebih murah dibandingkan dengan kayu.

Namun untuk ketahanan dan keawetan, kayu lebih unggul. Apalagi jika menggunakan jenis yang berkualitas seperti kayu jati yang sudah tua atau kayu besi. Jika digunakan untuk membangun rumah umur pemakaiannya bisa ada yang mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Namun untuk bambu daya tahannya paling lama hanya sekitar sepuluh tahun saja. Setelah itu harus diganti dengan yang baru.

Kemudian untuk pewarnaan, selain warna natural kayu bisa diberi warna yang lain seperti biru, merah dan sebagainya sesuai dengan selera. Bambu tidak bisa diberlalukan demikian. Jikapun dipaksakan hasilnya menjadi tidak bagus. Bambu hanya bisa terlihat cantik jika diberi lapisan melamin atau pelitur yang netral saja. Tapi untuk kayu yang punya tampilan serat bagus, tetap disarankan tidak usah diberi warna.

Keunggulan lain yang dimiliki kayu, bisa dibuat konsep atau sistem bongkar pasang. Jadi ketika mau pindah lokasi rumah kayu tersebut tinggal dibongkar lalu dipasang lagi ditempat yang baru. Rumah bambu sebenarnya juga bisa dibuat konsep seperti ini. Tapi sistem dan caranya jauh lebih sulit dan rumit.

Sumber gambar : http://www.arqhys.com

 

Artikel Lainnya :