Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menggunakan Teras Secara Maksimal

Menggunakan Teras Secara Maksimal
Teras merupakan bagian dari bangunan rumah yang bersifat terbuka namun tidak seratus persen. Sebab pada bagian atasnya masih tertutup oleh atap yang berfungsi sebagai pelindung. Sedang pada bagian samping kiri dan kanan masih ada dinding yang jadi pembatas meski tidak semua teras menggunakan dua dinding samping sekaligus.

Fungsi utama dari ruang ini adalah untuk bersantai dan menikmati pemandagan yang berada di depan rumah atau di mana letak teras tersebut dibuat. Namun selain untuk bersantai sebenarnya teras juga bisa digunakan untuk fungsi yang lain. Terutama sekali pada bangunan rumah yang ukurannya tidak begitu besar.

Berikut ini ada beberapa metode cara menggunakan teras secara maksimal demi melakukan penghematan ruang. Misalnya saja untuk menerima tamu. Namun secara etika tamu yang dapat diterima di teras yaitu tamu atau pengunjung yang sudah akrab dengan penghuni rumah. Terlebih lagi jika tamu tersebut datang dengan tujuan yang bersifat lebih formal misalnya datang dengan tujuan untuk menyelesaikan urusan kerja atau bisnis dan lain-lain. Di sini teras hanya berfungsi sebagai tempat sementara untuk menunggu saja.

Berbeda dengan tamu yang sudah akrab dan dekat, jika ditemui di teras justru bisa memunculkan suasana yang lebih hangat dan akrab. Namun untuk tamu yang keperluannya hanya memerlukan waktu sebentar hanya beberapa menit saja, juga bisa diterima di tempat ini. misalnya ada orang yang ingin menyampaikan undangan atau sekedar mengantar pesanan makanan dan sebagainya. Tinggal lihat situasi dan kondisi saja.

Jika tidak punya ruang lagi, teras juga bisa dipakai untuk menerima tamu siapa saja. Tapi tentu saja desainnya harus dibuat lebih khusus sehingga nilai-nilai formalitas pada ruang semi terbuka tersebut tetap bisa muncul. Misalnya menggunakan meja dan kursi yang biasanya juga dipakai untuk menerima tamu, bukan kursi santai. Sehingga mereka yang datang tetap merasa dihormati meski tidak diajak masuk ke dalam rumah. Dan bisa harus diusahakan agar meja kursi tersebut posisinya berada agak ke belakang, mendekatai dinding tembok ruang depan.

Jika teras itu ada di bagian belakang, selain untuk bersantai juga bisa difungsikan sebagai tempat untuk ruang makan sekaligus. Alasannya yaitu makan merupakan kegiatan yang bersifat privacy sehingga sangat tidak sopan jika dilakukan di teras depan. Kecuali jika makanan tersebut hanya sekedar makanan kecil atau minuman sebagai pelengkap untuk membaca koran dan sebagainya.

Memakai teras belakang untuk dijadikan sebagai ruang makan justru dapat menimbulkan kesan yang lebih akrab. Apalagi jika di depan teras itu ada taman yang cukup luas dan panorama yang cukup indah. Sambil menyantap makanan yang disajikan di atas meja penghuni bisa mengobrol bersama dan menikmati udara segar serta tampilan taman yang menyejukan hati. Jika teras tersebut tidak begitu luas, acara makan bersama bisa dilakukan dengan cara duduk di tikar atau karpet secara lesehan.

Atau bisa juga teras belakang digunakan sebagai ruang keluarga, dengan cara dilengkapi tempat duduk sofa dan pesawat televisi atau media hiburan lainnya. Namun harus diperhitungkan jika memakai pesawat televisi maupun peralatan elektronik lainnya, posisinya harus dapat diatur sedemikian rupa agar tidak terkena sinar matahari secara langsung dan tidak terkena cipratan air jika hujan sedang turun.

Selain itu teras belakang bisa untuk menerima tamu juga, namun tamu tersebut harus benar-benar dekat dan akrab atau sudah dikenal kepribadiannya. Sebab untuk masuk dan datang ke teras yang letaknya di belakang rumah kemungkinan besar harus melewati beberapa ruang yang digunakan untuk kegiatan pribadi misalnya kamar tidur, ruang untuk menyimpan benda-benda bernilai dan sebagainya. Hal ini tentu harus mendapat perhitungan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Sumber gambar : http://www.properti2000.com

 

Artikel Lainnya :