Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kecurangan yang Sering Terjadi Pada Proyek Bangunan

Kecurangan yang Sering Terjadi Pada Proyek Bangunan
Merupakan hal yang wajar ketika memilik kontraktor atau pemborong bangunan, kita berharap bisa mendapat kontraktor yang punya niat baik untuk membantu mendirikan bangunan maupun rumah. Namun sesuai dengan hukum alam, ada orang yang suka bertindak jujur namun ada pula yang suka melakukan kecurangan demi mendapat keuntungan yang lebih besar.

Lalu bagaimana cara mengetahui jika kontraktor tersebut melakukan kecurangan?. Berikut ini ada beberapa contoh bentuk kecurangan yang sering terjadi pada proyek bangunan. Pertama adalah membuat perhitungan penggunaan material atau bahan bangunan yang dilebihkan bahkan ada yang meninggikan volume bangunan yang dibuat. Seorang kontraktor yang baik tentu tidak akan membuat hitungan yang ditinggikan dan dilebihkan nilainya baik dalam hal penggunaan bahan maupun volume atau besar ukuran bangunan.

Yang kedua membuat gambar kerja yang dibuat lebih besar daripada kondisi yang sebenarnya di lapangan. Akibatnya adalah perhitungan kebutuhan material juga mengalami peningkatan meski sebenarnya tidak dibutuhkan. Maka secara otomatis jumlah atau nilai borongan yang harus kita bayar juga akan bertambah banyak. Sehingga keuntungan yang diperoleh oleh pihak pemborong juga semakin besar meski diperoleh dengan cara yang tidak wajar.

Yang ketiga, perbuatan ini jarang diketahui jika pemilik bangunan tidak paham tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan material dan bahan. Misalnya ketika membuat konstruksi tulang beton, besi yang harus dipasang adalah berukuran diameter 12 millimeter namun pihak pemborong hanya memakai yang ukurannya hanya 11 millimeter saja. Selisih satu millimeter ini tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung karena besarnya hampir sama. Namun efek yang muncul sangat besar yaitu kekuatan konstruksi jadi berkurang dan akibatnya bisa fatal.

Contoh yang lain, ketika membuat dinding atau element lain yang menggunakan adonan semen dan pasir. Misalnya aturannya adalah harus dibuat dengan komposisi perbandingan 2 : 3 namun dirubah menjadi 1,8 : 3. Bahkan ada yang nekad penggunaan semennya dikurangi lagi sehingga perbandingan komposisinya semakin jauh. Akibatnya kualitas bangunan menjadi tidak bagus dan kurang awet.

Satu contoh lagi, dalam proses pembuatan lapisan dinding ukuran ketebalan yang seharusnya 12 millimeter namun dikurangi menjadi 10 millimeter saja. Sehingga pemborong akan mendapat keuntungan yang sangat besar karena penggunaan semen dan pasir bisa dikurangi dalam jumlah yang sangat banyak terlebih lagi jika bangunan tersebut punya ukuran yang besar. Tapi pemilik bangunan akan menanggung kerugian yang tidak kalah besar sebab kualitas dinding itu sangat jelek.

Bentuk kecurangan lain adalah memakai material yang tidak sesuai dengan standar baku atau perjanjian yang telah disetujui sebelumnya. Misalnya penggunaan kayu pada pintu dan jendela serta beberapa element yang lain. Kayu yang digunakan harus jenis jati yang kualitasnya kelas A namun pada kenyataannya meski tetap memakai kayu jati namun kualitasnya hanya kelas B saja.

Selain itu ada pula kontraktor bangunan yang suka membuat laporan palsu. Misalnya mereka mengatakan harus mengeluarkan dana untuk biaya keamanan karena sering terjadi gangguan dan pencurian namun pada kenyataannya lokasi pengerjaan proyek aman-aman saja. Atau bisa juga mereka bilang ada kenaikan harga pada bahan dan material tertentu namun ketika dicek barang yang dibutuhkan harganya tetap sama, tidak mengalami perubahan.

Meski tidak ada hubungan langsung dengan pemilik bangunan, hak-hak karyawan yang harus dipenuhi oleh pihak kontraktor juga bisa punya pengaruh yang sangat besar. Jika pembayaran gaji atau upah sering terlambat bahkan ada yang dipotong, tentu hal ini akan membuat mereka malas bekerja. Akibatnya adalah hasil kerja tersebut jadi tidak sempurna dan kualitas bangunan yang sedang mereka garap juga menjadi tidak bagus.

Sumber gambar : http://www.skyscrapercity.com

 

Artikel Lainnya :