Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Jenis-jenis IMB dan Cara mengurusnya

Jenis-jenis IMB dan Cara mengurusnya
Sebelum proses pendirian bangunan dikerjakan kontraktor atau pemilik bangunan harus punya sertifkat dan surat keterangan yang bernama IMB singkatan dari Ijin Mendirikan Bangunan. Saat ini di Indonesia ada beberapa jenis IMB. Yang pertama adalah IMB yang dalam penilaiannya dianggap telah dengan konsep penataan kota atau planologis dan persyaratan teknik yang lain.

Kedua yaitu IMB bersyarat apabila rencana pembangunan gedung harus melengkapi persyaratan teknik yang belum sesuai. Lalu yang ketiga yaitu IMB bersyarat sementara jika bangunan yang akan didirikan berada di suatu daerah dan menggunakan bahan dan material yang sifatnya tidak permanen.

Yang keempat IMB bersyarat sementara berjangka, diberikan pada bangunan yang berdasarkan persyaratan teknik maupun planologis hanya bisa dipakai dalam jangka waktu tertentu saja. Jadi pada suatu saat bangunan tersebut harus dirobohkan lagi. Yang terakhir yaitu IMB khusus yang ditujukan pada bangunan yang dibuat dengan tujuan yang sifatnya juga khusus misalnya barak pengungsian pada daerah bencana dan sebagainya.

Kemudian untuk pengurusannya, masing-masing kota atau daerah punya aturan sendiri-sendiri. Namun secara garis besar pengajuan IMB ini didasarkan pada tiga jenis bangunan. Pertama yaitu bangunan yang digunakan untuk rumah atau tempat tinggal, kedua gedung bukan tempat tinggal dan yang terakhir adalah bangunan yang didirikan dengan tujuan komersil seperti untuk hotel, super market atau mal, perkantoran dan sebagainya.

Agar bisa mendapat IMB pemilik bangunan atau kontraktornya bisa datang ke kantor perijinan pada daerah kota atau kabupaten. Kantor perijinan ini biasanya berada di bawah kendali Dinas Tata Kota atau Subdinas pengawasan pembangunan. Di tempat ini pemilik bangunan harus bisa melengkapi beberapa syarat.

Syarat tersebut antara lain adalah fotokopi identitas diri atau KTP dan surat-surat tanah. Adapun yang dimaksud dengan surat tanah tersebut ada bermacam-macam. Jika lahan yang digunakan adalah kepunyaan sendiri, maka suratnya bisa berupa sertifikat kepemilikan lahan atau tanah. Jika merupakan tanah pihak lain, harus punya surat pemberian hak pemakaian tanah dari pejabat yang berwenang atau instansi maupun orang yang berkuasa atas tanah tersebut.

Atau bisa juga surat tersebut berupa rekomendasi dari kantor pertanahan yang dilengkapi dengan bukti lain yaitu peta pembebasan tanah. Bentuk keterangan lainnya bisa berupa surat hasil survey yang dilakukan oleh pemerintah setempat atau instansi lain yang punya hak untuk melakukan survey tersebut. Surat hasil survey ini berisi keterangan bila lahan yang dimaksud layak untuk mendirikan bangunan.

Sedangkan untuk bangunan yang dimiliki oleh instansi negara atau pemerintah maka harus ada rekomendasi dari pihak instansi yang akan mendirikan bangunan. Lalu surat lain yang juga harus disertakan adalah keterangan yang menyatakan jika lahan yang akan dipakai untuk mendirikan bangunan tersebut tidak sedang berada dalam masalah hukum atau sengketa dengan pihak lain. Surat ini dikeluarkan olah Badan Pertanahan Negara.

Syarat lain yang harus dilengkapi adalah surat keterangan hasil analisa dampak lingkungan atau sering dinamakan dengan sebutan amdal, lalu surat keterangan persetujuan dari penduduk yang tinggal di sekitar pengerjaan proyek. Surat persetujuan ini harus dilengkapi dengan tanda tangan warga, ketua RT dan RW serta kepala desa atau kalurahan.

Jika semua persyaratan sudah dipenuhi, pihak Dinas Tata Kota akan melakukan survey secara langsung di lapangan. Tujuannya adalah untuk mencocokan apakah keteranan yang diberikan oleh pihak pemohon sudah sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Dari hasil survey ini kemudian Dinas Tata Kota akan mengeluarkan surat persetujuan IMB.

Pada umumnya pemohon IMB ini akan dikenakan tariff tertentu yang menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah setempat. Besarnya disesuaikan dengan lokasi, tujuan pendirian bangunan dan ukurannya serta beberapa pertimbangan yang lain.

Sumber gambar : http://jakartacity.olx.co.id
Artikel Lainnya :