Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Agar Proyek Bangunan Bisa Tepat Waktu

Agar Proyek Bangunan Bisa Tepat Waktu
Setiap kontraktor atau pemborong yang sedang mengerjakan proyek bangunan pasti selalu punya harapan agar pelaksanaan pendirian bangunan itu bisa selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah dibuat sebelumnya. Jika pengerjaan tersebut tidak mengalami kemunduran tentuk bisa memunculkan rasa puas dan kegembiraan tersendiri bagi semua anggota tim yang terlibat.

Dan yang tidak kalah penting jika bisa diselesaikan secara tepat waktu maka keuntungan maupun profit yang didapat akan lebih besar sebab tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk menggarap bagian bangunan yang belum selesai dan mengalami kemunduran.

Lalu bagaimana cara agar proyek bangunan bisa tepat waktu?. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan sehingga peristiwa terjadinya pengunduran jadwal dapat dihindari seminim mungkin atau dihilangkan sama sekali. Pertama sebelum pelaksanaan proyek dijalankan, pelajari dulu secara lebih mendalam konsep pembuatan dan pendirian bangunan agar mampu menyusun langkah terbaik yang akan dijalankan.

Misalnya jika lokasi pengerjaan proyek letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk. Pimpinan proyek harus bisa mendekati mereka dan melakukan sosialisasi agar mereka merasa dihargai dan menimbulkan masalah-masalah tertentu yang bisa menjadi hambatan terhadap jalannya proses pengerjaan proyek.

Kemudian pastikan jika proyek ini sudah mendapat Surat Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB jauh sebelum proses pendirian bangunan dimulai. Sebab jika pihak berwenang atau masyarakat mengetahui jika pendirian bangunan tersebut tidak atau belum mendapat ijin bisa memunculkan suatu masalah tersendiri. Jika ini terjadi tentu akan membuat pengerjaan proyek jadi terganggu dan mengalami kemunduran.

Selanjutnya pelajari dengan detail jenis material serta bahan bangunan yang harus disediakan lebih awal atau yang harus ditunda dahulu pengadaannya. Misalnya saja ada material yang tidak dijual secara langsung di toko-toko tapi harus melakukan pemesanan lebih dulu atau didatangkan dari luar negeri. Tentu masalah seperti ini harus diketahui jauh hari sebelumnya sehingga tidak jadi masalah.

Demikian pula dengan tukang serta tenaga kerja yang diperlukan maupun keahliannya. Masalah yang sering muncul adalah tukang yang punya keahlian tertentu ternyata pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas di tempat lain. Padahal tidak ada tukang lain yang bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Problem seperti ini bisa membuat proses pekerjaan lain jadi ikut terhambat. Jadi kontraktor harus melakukan pemesanan lebih dulu pada tukang itu atau mendidik orang lain agar punya keahlian yang sama.

Hal lain yang punya kaitan dengan tenaga kerja, harus dipilih yang benar-benar profesional dan keahliannya bisa diandalkan. Jangan pilih tukang yang punya sifat malas dan hanya rajin bekerja jika ada mandor yang mengawasi. Tenaga kerja seperti ini bisa mengakibatkan tukang yang lain ikut menjadi malas dalam bekerja. Maka pemborosan waktu akan semakin menjadi-jadi.

Namun pada sisi yang lain kontraktor juga harus mau memberi penghargaan pada tenaga kerja yang rajin dan kualitas kerjanya paling bagus. Hal ini akan menjadi dorongan bagi tukang lain sehingga mereka jadi lebih giat dalam melaksanakan tugas. Dan yang tidak boleh dilupakan yaitu selalu membayar upah atau gaji mereka tepat waktu.

Selain itu buat jadwal yang detail dan lengkap tentang waktu pengerjaan masing-masing element agar penggunaan waktu dan tenaga kerja bisa dilakukan seefisien mungkin. Jadwal kerja tersebut bisa dibentuk dalam bar chart, network planning, kurva dan sebagainya. Dengan adanya jadwal kerja, kontraktor juga bisa mengetahui bagian mana saja yang harus dipercepat pelaksanaannya.

Terakhir, buat daftar jenis pekerjaan yang resiko terjadinya kecelakaan lebih tinggi. Dari daftar ini kita bisa dilakukan persiapan dan membuat sistem pengamanan yang lebih baik agar resiko tersebut bisa dihindari. Selain menimbulkan kerugian fisik dan materi, peristiwa kecelakaan juga dapat membuat pekerjaan lain jadi terbengkalai.

Sumber gambar : http://www.cummingsproperties.com

 

Artikel Lainnya :