Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Titik Rawan Pembuatan Atap

Titik Rawan Pembuatan Atap
Atap adalah bagian dari bangunan yang punya fungsi sangat vital yaitu memberi perlindungan dari panas matahari atau hujan serta udara dingin bagi semua benda atau perabot yang berada di dalam ruang beserta penghuninya.

Atap ini terdiri dari tiga unsur utama yaitu kerangka dan konstruksi, gording lalu bagian penutup atap yang biasanya berupa genteng. Khusus untuk struktur dan kerangka masih terbagi lagi jadi beberapa bagian seperti usuk, reng dan sebagainya. Dalam proses pembuatan ini terdapat bagian-bagian yang harus mendapat perhatian ekstra dan dilakukan dengan penuh ketelitian.

Titik rawan pembuatan atap tersebut antara lain yaitu yang dinamakan dengan proses erection. Ini adalah jenis pekerjaan yang dilakukan setelah proses perakitan yang ada di bagian bawah dan menuju pada pemasangan yang ada di bagian atas ring balk. Terutama sekali pada pemasangan atap yang menggunakan bahan dari baja ringan.

Yang tidak boleh disepelekan, pekerjaan ini sering membuat bagian kuda-kuda jadi melengkung atau patah. Salah satu penyebabnya adalah karena susunannya belum menjadi satu kesatuan yang utuh dan masih berdiri sendiri-sendiri. Namun bila kuda-kuda tersebut suda bisa berdiri di atas footplate dan bertopang pada ring balk maka bisa dikatakan kondisi rawan yang pertama sudah bisa terlewati dengan baik. Langkah berikutnya tinggal melakukan proses pemasangan element yang lain seperti memasang hip rafter, jack rafter serta reng.

Titik rawan yang lain adalah bila rangka sudah terpasang dan ketika proses pemasangan bagian penutup atau genteng mulai dikerjakan. Penyebab kegagalan yang sering terjadi adalah orang yang mengerjakannya cukup banyak tapi tidak menyebar secara merata dan hanya ada di bagian satu daerah saja. Kondisi ini bisa membuat kontruksi dan kerangka jadi runtuh karena tidak kuat menahan beban yang begitu berat.

Oleh sebab itu bila memasang genteng harus ada pembagian yang merata. Masing-masing orang atau tukang harus selalu berada di tempat yang tidak sama dengan yang lain. Selain itu ketika sedang berada di atas kerangka setiap tukang harus bisa mengetahui bagian kerangka mana saja yang punya daya tahan lebih kuat untuk dijadikan sebagai tempat pijakan kaki. Jangan sampai terjadi ada kaki yang menginjak bagian konstruksi yang lemah misalnya reng. Jika terdapat satu saja bagian konstruksi yang rusak bisa mengakibatkan proses pemasangannya harus diulang lagi.

Untuk struktur atap yang terbuat dari baja ringan dan menggunakan metode rangka batang, garis sumbunya harus selalu lurus dan setiap satu rangka hanya kuat menerima tarikan atau gaya tekan saja. Selanjutnya garis sumbu batang ini akan saling bertemu pada satu titik simpul yang menjadi engsel pada bisang rangka batang.

Jadi beban yang ada di konstruksi rangka batang hanya bisa bekerja pada satu titik simpul saja. Bila bekerjanya di luar titik simpul tersebut, maka akibat yang muncul adalah kegagalan proses pembuatan konstruksi. Oleh karena itu harus dipastikan jika masing-masing pertemuan selalu bertemu di titik simpul yang tepat.

Kemudian untuk menghindari terjadinya kegagalan pada struktur yang disebabkan oleh beberapa titik rawan tersebut terutama pada erection serta pemasangan atap genteng, sebaiknya dilakukan koordinasi yang baik antara pembuat bangunan atau kontraktor dan produsen baja ringan jika pembuatan atap tersebut menggunakan bahan ini.

Namun jika menggunakan kerangka struktur dari kayu saja, harus dipilih yang kualitasnya bagus dan jenis kayunya sesuai dengan jenis genteng yang akan dipasang. Pemasangan sambungan dan penggunaan paku pada tempat tertentu juga punya pengaruh yang cukup besar terhadap kekuatan struktur atap. Karena itu harus dilakukan dengan cermat dan perhitungan yang cukup matang.

Sumber gambar : http://www.everythingsimple.com

 

Artikel Lainnya :