Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Jenis-jenis Kayu Olahan

Mengenal Jenis-jenis Kayu Olahan
Saat ini penggunaan material dari bahan kayu olahan terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Satu sebabnya adalah karena kayu yang diperoleh dari hasil penebangan pohon secara langsung makin sulit didapat. Jikapun bisa mendapatkannya, maka harganya jauh lebih mahal jika dibanding dengan kayu olahan.

Kayu olahan sendiri merupakan jenis material yang bahan dasarnya juga menggunakan kayu tapi diolah memakai mesin dan teknologi modern serta diproduksi pabrik skala besar. Hasil produk kayu olahan ini desain, bentuk dan ukuran serta kekuatan dan sifatnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan pengguna.

Jenis-jenis kayu olahan tersebut antara lain adalah triplek. Kayu ini berupa lapisan yang terdiri dari tiga lapis vinir. Ukuran ketebalannya berkisar empat hingga enam millimeter. Dibandingkan dengan kayu olahan yang lain triplek harganya paling murah dan ekonomis. Tapi karena punya ukuran yang sangat tipis maka kayu ini apabila terkena air mudah terlepas lapisannya serta tidak tahan pasa suhu yang terlalu lembab. Selain triplek, kayu ini juga sering disebut dengan nama kayu lapis.

Jenis kayu olahan lain yaitu multiplek punya ukuran yang lebih tebal bahkan ada yang mencapai duapuluh empat millimeter sedangkan yang paling tipis adalah sembilan millimeter. Lapisannya juga lebih banyak, tidak hanya terdiri dari tiga vinir saja. Selain itu serat yang ada di lapisan atas dan bawa selalu punya arah yang sama. Meski demikian multiplek juga punya sifat yang sama dengan triplek yaitu tidak tahan air dan suhu yang dingin. Karena itu banyak orang berpendapat jika multiplek adalah satu jenis dengan triplek, hanya ukuran tebalnya saja yang membuatnya jadi berbeda.

Sedangkan particle board yaitu jenis kayu olahan yang dibuat dari bahan serbuk kayu dan diberi campuran bahan kimia lalu direkatkan dengan lem setelah itu dikeringkan. Meski digunakan di daerah yang tingkat kelembabannya tinggi, particle board tidak mudah mengalami penyusutan. Namun jika terkena air, bentuknya bisa berubah dan tidak tahan lama.

Berbeda dengan kayu olahan lain dari jenis block board. Kayu ini dibuat dari bahan limbah kayu namun tidak berbentuk serbuk melainkan potongan-potongan kecil yang ukurannya antara dua setengah hinga lima sentimeter. Potongan ini lalu dipadatkan menggunakan tenaga mesin lalu diberi lapisan vinir pada sisi depan dan belakangnya hingga bentuknya jadi papan atau lembaran. Kayu ini punya sifat yang lebih kuat dan tahan lama meski ada di tempat yang lembab. ukuran yang tersedia biasanya 122 x 244 millimeter dengan ketebalan antara 12 hingga 18 millimeter.

Selain itu jika akan mau diberi finishing, particle board tidak bisa diberi cat warna atau melamin maupun bahan finishing yang lain. Hal ini karena permukaannya lebih kasar jadi tampilannya tidak bagus. Cara yang paling umum digunakan adalah menutupnya dengan lapisan vinir atau paper laminate.

Jenis lainnya adalah MDF. Kayu olahan ini bentuknya tidak berupa lapisan meski bahan yang digunakan juga berupa bubur kayu yang dicampur dengan bahan kimia. Ukuran tebalnya adalah antara delapan hingga tigapuluh millimeter. Bahan ini punya keunggulan khusus yaitu warnanya tidak mudah pudar, tahan terhadap goresan dan ukuran serta presisinya lebih sempurna. Namun tidak berbeda dengan jenis kayu olahan yang lain, bahan ini juga tidak tahan pada air dan cuaca yang dingin.

Meski punya banyak kelebihan, namun semua jenis kayu olahan ini bila dibandingkan dengan kayu biasa tetap kalah dalam hal kekuatannya. Karena itu kayu olahan tidak pernah digunakan untuk membuat konstruksi atau element lain dalam bangunan yang punya sifat harus menahan beban. Jika tetap digunakan hanya berfungsi sebagai lapisan saja untuk memperindah tampilan.

Sumber gambar : http://www.bansalglass.com

 

Artikel Lainnya :