Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbandingan Sumur Bor Mesin dan Manual

Perbandingan Sumur Bor Mesin dan Manual
Sumur bor saat ini prosentase penggunaannya terus mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan yang dimiliki seperti tidak membutuhkan tempat yang luas seperti sumur biasa. Bagi yang punya lahan sangat terbatas tentu hal ini sangat menguntungkan sekali. Apalagi ongkos untuk membuat sumur bor jauh lebih irit dibanding dengan membuat sumur galian atau konvesional.

Dulu untuk membuat sumur bor, kebanyakan orang menggunakan sistem manual saja. Alat yang dipakai masih sangat sederhana sekali. Mata bornya yaitu berupa pipa yang ukuran diameternya tiga hingga empat inchi dan panjangnya kurang lebih dua meter. Kemudian pada bagian ujung yang ada di atas diberi pipa kecil yang ukurannya sekitar satu inchi yang fungsinya sebagai alat untuk menyambung pipa batangan yang lain.

Pipa batangan yang berguna sebagai sambungan ini ukuran panjangnya adalah enam meter. Dan setiap mencapai kedalaman tersebut, pipa sambungan ditambah lagi sampai dengan ukuran yang ditentukan atau hingga kedalaman tertentu sampai sumur bor tersebut bisa memancarkan airnya.

Kemudian ada lagi pipa silang atau perempatan yang dipakai untuk pegangan ketika pipa atau bor diputar sambil ditekan dan dimasukan ke dalam tanah. Pada umumnya pipa perempatan ini pada bagian atasnya diberi tambahan beban yaitu karung goni yang diisi dengan tanah hingga beratnya mencapai sekitar duapuluh kilogram. Tujuannya yaitu agar bisa memberi tekanan yang lebih kuat kepada mata bor sehingga lebih mudah melesak ke dalam tanah. Pipa silang ini ada yang dibuat dari pipa besi biasa namun ada pula yang membuatnya dari bahan kayu.

Peralatan terakhir yaitu kunci monyet. Bentuk kunci ini nyaris sama dengan kunci inggris tapi punya ukuran yang lebih besar. Gunanya adalah untuk melepas atau memasang pisa sambungan menggunakan pipa kecil seperti yang telah dijelaskan di atas.

Karena menggunakan tenaga manusia, tentu saja pembuatan sumur bor manual ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Bahkan jika ada di lokasi dataran tinggi dan airnya tidak segera muncul, prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu atau dalam hitungan bulan. Sebab sumur bor tersebut membutuhkan ukuran pengeboran yang lebih dalam lagi hingga puluhan meter.

Terlebih lagi jika kondisi tanahnya terlalu keras, bisa menimbulkan resiko kegagalan. Kondisi ini lebih sering terjadi ketika mata bor mengenai batu yang keras sejenis granit misalnya. Bukan hanya pembuatan sumur bornya saja yang gagal, namun mata bor bisa menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Sedangkan untuk pembuatan sumur bor yang menggunakan mesin, tentu waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat, hanya dalam hitungan hari saja sumur tersebut sudah bisa digunakan secara langsung. Dan karena semua peralatannya dibuat dengan teknologi modern, kemampuannya untuk menembus batu keras bukan merupakan halangan yang berarti. Mata bor yang memakai mesin bisa menembusnya dengan mudah. Jadi resiko terjadinya peristiwa kegagalan nyaris tidak pernah terjadi.

Namun untuk masalah harga, pembuatan sumur bor yang menggunakan mesin selalu mematok harga yang lebih mahal. Karena harga mesin untuk melakukan pengeboran ini juga tidak murah. Peralatan yang digunakan juga lebih komplit dan sistem pengoperasian mesinnya membutuhkan bahan bakar yang tidak sedikit.

Tapi sebelum menentukan harga pembuat sumur bor baik yang memakai sistem manual maupun mesin akan sama-sama melakukan pengecekan lebih dahulu apakah lahan yang mau digunakan untuk membuat sumur bor termasuk tanah yang keras atau lunak dan perkiraan kedalaman yang harus dibor sehingga bisa menemukan sumber mata air yang bagus. Dua faktor utama inilah yang sering menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan harga pengeboran. Demikianlah perbandingan sumur bor mesin dan manual, semoga bisa bermanfaaat.

Sumber gambar : http://genuardis.net

 

Artikel Lainnya :