Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbandingan Rumah Tumbuh Ke Atas dan Ke Samping

Perbandingan Rumah Tumbuh Ke Atas dan Ke Samping
Rumah tumbuh yaitu rumah yang dibuat secara bagian per bagian atau tidak dibuat dalam bentuk utuh dan lengkap sekaligus. Ketika pertama kali dibangun, hanya terdiri dari beberapa komponen yang merupakan kebutuhan pokok saja misalnya kamar tamu dan keluarga dijadikan satu, kamar mandi, dapur dan kamar lain yang dianggap sebagai hal yang penting dan harus ada agar rumah tersebut menjadi tempat tinggal yang layak huni.

Konsep pembangunan rumah tumbuh ini bisa memakai dua sistem yaitu tumbuh ke atas atau ke samping. Jika tumbuh ke atas, nantinya bangunan rumah akan terdiri dari beberapa lantai, sedang rumah tumbuh ke samping, luas bangunan akan bertambah baik ke samping kiri dan kanan atau ke belakang, tergantung konsep desain bangunan yang dibuat.

Konsep pembangunan rumah tumbuh yang saat ini popular di Indonesia punya beberapa alasan. Yang paling utama biasanya masalah pendanaan. Karena dengan dana yang terbatas, tentu tidak bisa membuat bangunan secara utuh dan lengkap sekaligus namun harus diutamakan pada bagian yang pokok lebih dahulu. Baru setelah ada dana tambahan lagi bisa ditambah beberapa element lain sesuai dengan kebutuhan. Khusus untuk rumah tumbuh ke atas, selain alasan pendanaan juga karena persediaan lahan yang tidak mencukupi. Jadi konsep bangunan rumah diperluas dengan sistem vertikal.

Meski punya kesamaan konsep, tapi ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dan kentara antara rumah tumbuh ke atas dan ke samping. Jika ingin membuat rumah yang tumbuh secara vertikal, hal pokok yang harus diperhatikan adalah master plan bangunan harus dibuat langsung dalam bentuk dua lantai atau lebih sekaligus. Sehingga meski waktu pertama kali dibuat hanya terdiri dari satu lantai saja, namun ketika mau ditinggikan lagi tidak perlu melakukan pekerjaan pembongkaran.

Contohnya pada bagian atas bisa dibuat atap datar menggunakan dak atau cor beton. Sehingga bila suatu saat dibuat dua lantai tinggal menambah dinding dan tangga saja. Penggunaan tangga ini juga harus diperhitungkan sebelumnya, di mana akan diletakan dan konsep desainnya. Karena dari sinilah posisi lubang untuk meletakan tangga pada atap cor beton bisa dibuat dan disiapkan.

Dan yang tidak kalah penting adalah konstruksi, pondasi dan kerangka bangunan lantai bawah juga mesti dibuat dalam konsep untuk membuat dua lantai atau lebih sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Jadi yang dimaksud dengan rumah tumbuh di sini adalah hanya menambah jumlah atau ketinggian lantai saja, tidak membuat bangunan yang baru. Jikapun ada pembongkaran, hanya untuk penyempurnaan saja.

Sedang rumah tumbuh ke samping, master plan bangunan juga dibuat secara utuh. Arah tumbuh bangunan, bagian apa saja yang nantinya mau diperluas atau ditambah dan sebagainya disiapkan lebih dahulu dengan cara membuat blue print bangunan dengan lengkap.

Demikian pula dengan penggunaan material bangunan terutama untuk bagian finishing seperti ubin untuk membuat lantai. Ada kalanya ketika memakai suatu jenis ubin seperti keramik, pada suatu saat ketika membutuhkan lagi ternyata motif maupun warna keramik tersebut sudah tidak dibuat dan diproduksi lagi. Sedikit banyak tentu hal ini akan punya pengaruh terhadap tampilan dan nilai keindahaan interior maupun eksterior.

Agar hal ini bisa dihindari harus dibuat beberapa alternatif sekaligus dengan cara menyiapkan konsep desain yang penggunaan ubin atau lantainya bisa memakai motif dan warna lain namun tetap terlihat menyatu dan serasi sekaligus tidak merusak dan tata desain interior dan eksterior.

Kemudian untuk konstruksi dan kerangka serta pondasi bangunan tetap dibuat untuk satu lantai saja namun pada bagian tertentu harus dapat disambung secara langsung ketika bangunan rumah akan diperluas dan dibesarkan.

Sumber gambar : http://www.rudydewanto.com

 

Artikel Lainnya :