Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Perhitungan Dana Untuk Membuat Atap Baja

Membuat Perhitungan Dana Untuk Membuat Atap Baja
Saat ini penggunaan atap yang terbuat dari bahan baja semakin mengalami peningkatan. Hal ini berkaitan dengan kualitas meterial bangunan tersebut yang sudah teruji serta lebih praktis dalam pemakaiannya. Selain itu atap baja ringan juga lebih mudah dirawat dan jika terjadi kerusakan tidak begitu sulit untuk memperbaikinya.

Yang paling sering jadi masalah adalah pemakai atau konsumen maupun pemilik rumah belum tahu teknik dan cara menghitung perkiraan dana yang harus disiapkan untuk membuat atap baja. Ketidaktahuan inilah yang sering dimanfaatkan oleh penjual untuk menaikkan harga di luar batas kewajaran. Terlebih lagi bila penjual mengetahui bila calon pengguna atap tersebut belum tahu benar bagaimana cara menentukan harga kebutuhan atap tersebut.

Agar tidak terjadi kasus penipuan lagi, berikut ini diberikan teknik membuat perhitungan dana untuk membuat atap baja ringan. Ada beberapa urutan kerja yang bisa dilakukan oleh pemilik rumah sendiri untuk mendapat perhitungan yang tepat. Yang pertama yaitu menyiapkan data atap yang mau dibuat. Bentuknya dapat berupa gambar atau sketsa dengan tujuan agar bisa diketahui ukuran dan bentuk bidang atap yang akan dibuat perhitungannya.

Kedua, luas atap dihitung dengan satuan meter persegi. Rumusnya bisa menggunaakan hitungan matematika seperti luas segitiga, persegi panjang, trapesium sesuai dengan bentuk dari atap yang mau dipasang. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan harga setiap meter persegi baik untuk rangka baja maupun harga proses finishingnya, apakah akan menggunakan asbes, genteng dan sebagainya

Dari sini kemudian pemilik rumah bisa mengkalikan luas atap dengan harga per meter persegi maka sehingga akan didapat total biaya yang harus dikeluarkan. Untuk menjaga biaya yang tidak terduga, bisa ditambah sekitar sepuluh hingga dua puluh persen. Jumlah keseluruhan biaya inilah yang harus disiapkan.

Dari uraian tersebut, bisa dibuat rumus seperti ini : Biaya ABR = (HBR x LA) + (HPA x LA). ABR adalah biaya atap ringan, LA adalah luas atap dalam satuan meter persegi dan HBR adalah harga baja ringan dalam satuan yang sama. Sedangkan HPA yaitu harga penutup atap yang juga dihitung dalam satuan meter persegi.

Jika belum memahami dan masih merasa bingung, berikut ini ada contoh untuk membuat hitung-hitungan tersebut. Misalnya ada atap bentuk pelana kuda yang ukurannya 3,8 meter x 12 meter untuk satu sisi. Dari sini bisa dibuat perhitungan luas keseluruhan atap yaitu 2 x (3,8 x 12) maka akan di dapat angka 91,2 meter persegi.

Kemudian harga baja ringan adalah 150.000 rupiah untuk setiap satu meter perseginya. Sedang finishingnya adalah 50.000 rupiah. Maka anggaran yang harus disiapkan yaitu (91,2 x 150.000) + (91,2 x 50.000) = 13.680.000 rupiah + 4.560.000 rupiah = 18.240.000 rupiah ditambah dengan biaya tak terduga sekitar 10 atau 20% adalah 18.240.000 + (18.240.000 x 10%) = 20.064.000 rupiah atau 18.240.000 + (18.240.000 x 20%) = 21.000.000 rupiah.

Contoh perhitungan ini adalah metode yang paling mudah dilakukan. Bila atapnya menggunakan bentuk yang lain seperti limasan, kombinasi limasan dan pelana kuda tentu membutuhkan teknik perhitungan yang lebih banyak meski sistemnya tetap memakai konsep perhitungan yang sama. Yang jelas tiap bagian atap harus dihitung luasnya lebih dulu lalu dijumlah keseluruhannya dan dikalikan dengan harga baja serta harga finishingnya.

Agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah, sebelum menentukan pilihan lebih baik lakukan pengecekan di beberapa toko sekaligus agar dapat mengetahui perbandingan harganya. Tanyakan pula jenis baja ringan yang tersedia serta standar kualitasnya. Jadi kita bisa mendapat atap baja yang baik namun dengan harga yang lebih murah.

Sumber gambar : http://www.johncrinerroofing.com

 

Artikel Lainnya :