Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memperbaiki Lantai Kayu yang Rusak

Memperbaiki Lantai Kayu yang Rusak
Salah satu jenis lantai yang punya tampilan sangat menarik serta alami dan disukai oleh banyak orang adalah lantai kayu. Bagi yang menyukai suasana natural, lantai ini sangat cocok diaplikasi. Hanya saja dibalik tampilannya yang indah, lantai ini membutuhkan perawatan yang agak rumit dibanding dengan jenis lantai lain misalnya keramik. Apalagi jika terjadi kerusakan.

Kerusakan yang terjadi pada umumnya dikarenakan ada air yang merembes, ada benda tajam dan menimbulkan gesekan atau goresan, terjadi pergerakan dan pergeseran tanah, lalu perubahan suhu yang membuat plester di bagian dasar memuai dan mengkerut. Bisa juga kerusakan tersebut terjadi karena sudah ada kesalahan lebih dahulu dalam pemasangannya.

Meski sumber kerusakannya bermacam-macam tapi yang jelas memperbaiki lantai kayu yang rusak tidak perlu mengganti keseluruhan lantai, tapi cukup bagian yang rusak saja. Metodenya ada tiga macam yaitu memakai lem dan paku, metode klik atau sistem lidah mulut.

Sistem yang memakai lem dan paku bisa dikerjakan dengan cara memberi lem perekat lalu diikat dengan paku. Sedangkan metode klik dan lidah mulut memakai sistem saling mengunci. Sistem yang satu ini lebih sering diaplikasikan pada lantai kayu yang sumber kerusakannya disebabkan oleh penyusutan atau pemuaian.

Bila memakais sistem klik atau lidah mulut, pertama yang harus dilakukan yaitu melepas bagian yang rusak lebih dahulu. Caranya bisa memakai mesin bor lalu di sekeliling lantai yang rusak. Lalu bagian yang rusak ini bisa diambil dengan alat palu dan catur. Ketika melakukan pekerjaan ini harus berhati-hati agar lantai lain yang ada di sekitarnya tidak ikut terlepas dan jadi rusak.

Selanjutnya jika semua parket telah dilepas, bersihkan lem adhesive yang masih tersisa di bagian bawahnya. Agar bisa dilakukan dengan mudah, gunakan kerok atau soket dari besi. Bila sudah benar-benar bersih dan tidak ada lagi sedikitpun lem adhesive yang menempel, tugas berikutnya adalah mencari lantai kayu yang baru.

Usahakan agar parket untuk mengganti lantai yang rusak dibuat dari jenis kayu yang sama serta punya tampilan dan ukuran dimensi yang tidak berbeda. Tapi bila tidak bisa ditemukan lagi atau sudah tidak ada yang menjualnya, minimal harus punya tampilan yang sama, terutama sekali di bagian warna dan seratnya. Karena dari serat dan warna inilah paduan kayu bisa terlihat serasi.

Setelah mendapat parket yang baru, jangan lansung dipakai atau dipasang. Sebaiknya dibiarkan dulu sekitar satu hari atau lebih. Tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah lantai kayu yang baru tersebut mengalami pemuaian atau sebaliknya justru menyusut. Jadi harus disesuaikan lebih dulu pada kelembaban dan suhu udara yang ada di ruang tersebut. Sehingga ketika dipasang tidak bisa menimbulkan masalah lagi.

Dan sebelum parket dipasang, lebih dahulu oleskan lem di bagian dasar lantai. Meskipun sudah merata olesan lem tersebut, namun jangan tergesa-gesa meletakan kayu parket. Tunggu beberapa waktu hingga lem tersebut agak mengering dan mengeras serta lengket. Jika masih basah daya rekat lem kurang begitu kuat.

Baru setelah itu parket bisa dimasukan. Pertama kali lalukan di bagian lidahnya dan dimasukan dalam mulut pengunci yang ada di sebelahnya. Bila masih ada sisa yang menggantung dan tidak bisa masuk, gunakan palu dari kayu secara pelan-pelan sehingga semua bagian bisa masuk serta terkunci dalam susunan parket atau lantai kayu. Pukulan yang dilakukan tidak boleh memakai palu dari besi karena daya pukulnya terlalu keras dan dapat membuat parket menjadi rusak atau pecah.

Langkah terakhir tinggal melakukan proses finishing saja. Agar antara lantai kayu yang lama dan yang baru bisa terlihat seragam dan tidak memunculkan tanda-tanda bila parket tersebut pernah mengalami kerusakan, sebaiknya semua bagian lantai diampelas dan dihaluskan lebih dulu, lalu difinishing kembali secara bersama-sama.

Sumber gambar : http://www.terramarrestoration.com

 

Artikel Lainnya :