Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips Membangun Rumah Baru Anda

Tips Membangun Rumah Baru Anda
Memiliki rumah tentu merupakan impian tiap orang. Namun membangun rumah baru jelas bukan hal yang mudah bila dibandingkan kita membeli rumah yang setengah atau yang sudah jadi. Disamping faktor dana, perawatan rumah, sistem perencanaan juga harus jelas dan matang agar tidak tejadi fatal error dikemudian hari..o.o
Bagi Anda yang ingin membangun rumah baru di Bali, berikut ada sedikit tips membangun rumah baru diantaranya :

1. Anda harus mempunyai lahan untuk bangunan Anda. Luasnya tergantung kemampuan finansial atau tergantung selera Anda. Rata-rata harga lahan di Denpasar diatas 100 juta/100 m2, di jimbaran 70 jutaan/100 m2.

2. Anggaran/Budget Anda harus siap. Artinya, budget Anda bisa mengcover semua biaya pembuatan rumah baru .

3. Buat gambar Arsitektur detail tentang desain rumah baru Anda. Ini tentu tergantung selera dan budget Anda juga.

4. Buat gambar struktur bangun rumah baru Anda.

5. Menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) terhadap pembangunan rumah baru Anda. Apakah Anda bisa? silakan baca lebih lanjut di bawah.

6. Eksekusi pembuatan rumah sebisa mungkin Anda memilih kontraktor ketimbang pemborong, kenapa? silakan baca lebih lanjut di bawah.

Namun perlu diketahui bahwa di Bali, pembangunan rumah itu mesti memperhatikan Asta Kosala Kosali atau Fengshui ala Bali untuk menciptakan suasana yang nyaman dan bahagia.
Cara Menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) sendiri
Kita sebagai orang awam konstruksi seringkali masih bingung mengenai bagaimana cara menghitung biaya renovasi rumah . Sebenarnya, gampang sekali menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk merenovasi rumah kita. Biaya untuk merenovasi rumah ini kemudian selanjutnya akan kita sebut sebagai RAB, yang merupakan singkatan dari Rencana Anggaran Biaya.
Berikut akan saya sampaikan beberapa tips mengenai cara untuk menghitung sendiri biaya renovasi bangunan. Komponen-komponen biaya renovasi rumah yaitu sebagai berikut:

1. Biaya bongkar-pasang. Biaya bongkar pasang ini meliputi biaya tenaga, serta biaya material yang diperlukan untuk mengganti dan atau menambal bongkaran yang sengaja dirusak sebelumnya.

2. Biaya konstruksi: biaya konstruksi ini meliputi biaya penggunaan tenaga tukang dan material, serta biaya sewa penggunaan alat-alat pendukung konstruksi. Alat-alat pendukung konstruksi antara lain berwujud scaffolding atau perancah atau steger, terbuat dari bambu, kayu bekas ataupun bisa juga berbentuk rangkaian besi, traktor penguruk/pembongkar yang disebut backhoe (bahasa kerennya, bego), mesin perata tanah (baby roller, stamper dan stampwals, dll) Semakin besar nilai sebuah proyek konstruksi, biasanya semakin rumit pula alat-alat pendukung konstruksi ini. Jumlahkan seluruh komponen biaya RAB pada no 1 dan 2. Hasil dari penjumlahan ini disebut SUB TOTAL 1, bahasa teknisnya adalah bowsome. 1 + 2 = SUB TOTAL 1. Biaya jasa kontraktor atau jasa konstruksi, besarnya adalah 10% dari sub total 1 atau bowsome diatas. Jumlahkan SUB TOTAL 1 (bowsome) dan komponen 3. Hasil dari penjumlahan ini disebut SUB TOTAL 2, bahasa teknisnya adalah anemingsome. SUB TOTAL 1 + 3 = SUBTOTAL 2

3. Biaya PPn dan PPH, besarnya 1,5 % dari sub total 2 atau anemingsome diatas. Jumlahkan SUB TOTAL 2 (anemingsome) diatas dengan biaya PPn dan PPH. Hasil akhirnya disebut sebagai RAB TOTAL, atau aansome. [PPN+PPh] + SUB TOTAL 2 = TOTAL
Nah, Aansome ini lah yang disebut sebagai harga penawaran yang di ajukan oleh kontraktor anda. Mudah bukan?

Kenapa pilih Kontraktor daripada pemborong?

Dengan budget yang siap, gambar arsitektur detail, gambar struktur dan perhitungan RAB. Anda siap membangun rumah. Dari titik ini, Anda dapat memilih berbagai cara untuk mewujudkan rumah idaman. Umumnya ada dua yaitu dengan tukang borongan atau jasa kontraktor.
Kalau Anda memilih tukang borongan, artinya anda mencari seorang mandor yang sanggup mengerjakan seluruh pekerjaan mulai dari persiapan, struktur, arsitektur dan ME. Biasanya dalam hal ini, mandor hanya akan menghitung harga tenaganya. Sedangkan bahan bangunan Anda sendiri yang menyediakan.

Cara yang paling aman untuk mendapatkan mandor dan tukang-tukang yang baik adalah melalui referensi. Jangan hanya percaya pada cerita atau bukti foto yang disodorkannya. Anda harus menyediakan waktu untuk mengunjungi lokasi yang pernah di bangunnya. Cara pembayarannya ada dua macam, harian atau borongan.
Sebaiknya Anda tidak membuat seluruh “kontrak” sekaligus. Tetapi bertahap. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kesulitan di kemudian hari, karena pekerjaan yang tidak memuaskan. Banyak problem di lapangan dimana Anda harus terlibat sendiri. Pengawasan kualitas kerja, pengawasan pembelian dan penggunaan bahan bangunan. Dan problem komunikasi antar tukang. Yang terakhir ini bisa sangat melelahkan dan menjengkelkan. Apalagi kalau terjadi pertengkaran antar mereka. Hal ini cukup sering terjadi.

Kasus yang sering terjadi adalah pembayaran yang tidak lancar dari mandor ke tukang. Anda harus siap-siap bila suatu ketika tukang datang ke Anda minta bayaran, sementara mandor menghilang entah kemana.
Resiko itu dapat diminimalkan kalau Anda menggunakan jasa kontraktor yang berpengalaman dan mempunyai reputasi yang baik. Tentu Anda harus membayar lebih banyak untuk resiko, kesulitan di lapangan, pengalaman dan informasi sumber daya yang dimiliki kontraktor.

Ada dua cara untuk membayar kontraktor. Pertama berdasarkan prosentase RAB. Umumnya 10%. Perhatikanlah bahwa biasanya RAB yang disepakati pun sudah di-mark up dari harga supplier bangunan dan tenaga.
Cara pembayaran lain adalah berdasarkan cost and fee. Artinya, anda membayar bahan bangunan, tukang dan ongkos angkut sesuai dengan harga supplier (tanpa mark up), sedangkan kontraktor mendapatkan fee dari cost yang Anda keluarkan.


Artikel Lainnya :